Selasa, 18 September 2018

SETETES EMBUN DINI HARI

Seri 6 Tamat.



[11/9 20.03] AbiePrayitno: ASAL USUL MAKRIFAT

Rasulullah SAW mengajar kepada sahabatnya Saidina Ali Karamullah.

Saidina Ali Karamullah mengajar kepada Imam Abu Hassan Basri.

Imam Abu Hassan Basri mengajar kepada Habib An Najmi.

Habib An Najmi mengajar kepada Daud Attaie.

Daud Attaie mengajar kepada Maaruf Al Karhi.

Maaruf Al Karhi mengajar kepada Sirris Sakatari

Sirris Sakatari mengajar kepada Daud Assakatar.

Daud Assakatar mengajar kepada Al Junidi.

Maka Al Junidi yang terkenal sebagai pengasas MAKRIFAT.

Pancaran makrifat itu dari empat (4) sumber yaitu:

1. Pancaran dari sumber SULUK yang dinamakan Makrifat Musyahadah.

2. Pancaran dari sumber KHALUAT yang dinamakan Makrifat Insaniah.

3. Pancaran dari Inayah yang dinamakan ROHANI.

4. Pancaran dari  Pertapaan yang dinamakan JIRIM.

Maka dari sumber amalan itulah terbit makrifat yang tinggi dan mempunyai rahasia yang sulit.

 > API MA'RIFATULLAH

Dengan berlindung kepada Allah Swt,
Pencetusan Api Ma’rifattullah dalam kalimah “ALLAH” saya awali.

SYAHDAN, nama Allah itu tidak akan pernah dapat dihilangkan, sebab nama Allah itu akan menjadikan Zikir bagi para Malaikat, Zikir para burung, Zikir para binatang melata, Zikir tumbuh-tumbuhan dan Zikir dari Nasar yang 4 (tanah, air, angin dan api) serta zikir segala makhluk yang ada pada 7 lapis langit dan 7 lapis bumi, juga zikir makhluk yang berdiam diantara langit dan bumi.

(Dipersilahkan buka.. Al-Qur’an, Surah At-thalaq, ayat 1).

Adapun zikir para makhluk Allah yang kami sebutkan tadi tidaklah sama logatnya, dan tidak sama pula bunyi dan bacaannya.

Tidak sedikit para ahli Sufi dan para wali-wali Allah yang telah mendengarkan bunyi zikir para makhluk itu, sungguh sangat beraneka ragam bunyinya.

Dalam Kitab Taurat, nama Zat yang maha Esa itu ada 300 banyaknya yang ditulis menurut bahasa Taurat.

Dalam Kitab Zabur juga ada 300 banyaknya nama Zat yang maha esa itu yang ditulis dengan bahasa Zabur.

Dalam Kitab Injil juga ada 300 banyaknya nama Zat yang Esa itu yang ditulis dengan bahasa Injil.

Dalam Kitab Al-Qur’an juga ada 99 nama Zat yang esa itu ditulis dalam bahasa Arab.

Jika kita hitung maka dari ke empat kitab tsb yang ditulis berdasarkan versinya, maka akan ada 999 nama bagi Zat yang Maha Esa itu.

Dari jumlah tersebut maka yang 998 nama itu, adalah nama dari Sifat Zat yang Maha Esa, sedangkan nama dari Zat yang Maha Esa itu hanya 1 saja, yaitu
“ ALLAH ”.

Diterangkan didalam Kitab Fathurrahman, berbahasa Arab, yaitu pada halaman 523. disebutkan bahwa nama ALLAH itu tertulis didalam Al-Qur’an sebanyak 2.696 tempat.

Apa hikmah yang dapat kita ambil, mengapa begitu banyak nama Allah, Zat yang maha Esa itu bagi kita…?

Allah, Zat yang maha Esa, berpesan :

“ Wahai Hambaku janganlah kamu sekalian lupa kepada namaku “

Maksudnya : Allah itu namaku dan Zatku, dan tidak akan pernah bercerai, Namaku dan Zatku itu satu.

Allah Swt juga telah menurunkan 100 kitab kepada para nabi-nabinya, kemudian ditambah 4 kitab lagi sehingga jumlah keseluruhan kitab yang telah diturunkan-Nya berjumlah 104 buah kitab, dan yang 103 buah kitab itu rahasianya terhimpun didalam Al-Qur’annul karim, dan rahasia Al-Qur’annul karim itu rahasianya terletak pada kalimah “ALLAH”.

Begitu pula dengan kalimah La Ilaha Ilallah, jika ditulis dalam bahasa arab ada 12 huruf, dan jika digugurkan 8 huruf pada awal kalimah La Ilaha Ilallah, maka akan tertinggal 4 huruf saja, yaitu ALLAH.

Makna kalimah ALLAH itu adalah sebuah nama saja, sekalipun digugurkan satu persatu nilainya tidak akan pernah berkurang..

bahkan akan mengandung ma’na dan arti yang mendalam, dan mengandung rahasia penting bagi kehidupan kita selaku umat manusia yang telah diciptakan oleh Allah Swt dalam bentuk yang paling sempurna.

ALLAH jika diarabkan maka Ia akan berhuruf dasar
- ALIF,
- LAM diawal,
- LAM diakhir
- HA.

Seandai kata ingin kita melihat kesempurnaannya maka gugurkanlah satu persatu atau huruf demi hurufnya.

• Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf ALIF (ا ), maka akan tersisa 3 huruf saja dan bunyinya tidak Allah lagi tetapi akan berbunyi LILLAH, artinya bagi Allah, dari Allah, kepada Allahlah kembalinya segala makhluk.

• Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf LAM awal (ل ), maka akan tersisa 2 huruf saja dan bunyinya tidak lillah lagi tetapi akan berbunyi LAHU.

Lahu Mafissamawati wal Ardi
artinya Bagi Allah segala apa saja yang ada pada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.

• Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf LAM akhir ( ل), maka akan tersisa 1 huruf saja dan bunyinya tidak lahu lagi tetapi HU

Huwal haiyul qayum
artinya Zat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.

Kalimah HU ringkasnya dari kalimah Huwa, sebenarnya setiap kalimah Huwa, artinya Zat.

Contohnya :

Qul Huwallahu Ahad.
artinya Zat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah.

Yang dimaksud kalimah HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Zat.

Bagi sufi, napas kita yang keluar masuk selama kita masih hidup ini berisi amal bathin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kalimah ALLAH, kebawah tiada berbatas dan keatas tiada terhingga.

Perhatikan beberapa pengguguran-pengguguran dibawah ini :

Ketahui pula olehmu,

● Jika pada kalimah ALLAH itu kita gugurkan Lam (ل ) pertama dan Lam (ل ) keduanya

maka tinggallah dua (2) huruf yang awal dan huruf yang akhir (dipangkal dan diakhir), yaitu huruf Alif dan huruf Ha (dibaca AH).

Kalimah ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas keatas atau kebawah tetapi hanya dibaca dengan titik.

Kalimah AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri 2 huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Kesudahan dan keakhiran)

seandai saja kita berjalan mencari Allah tentu akan ada permulaannya dan tentunya juga akan ada kesudahannya, akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan.

(Silahkan bertanya kepada ahlinya)

● Gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya, yaitu huruf HA, maka akan tersisa 2 buah huruf ditengahnya yaitu huruf LAM pertama (Lam Alif) dan huruf LAM kedua ( La Nafiah).

Qaidah para sufi menyatakan tujuannya adalah Jika berkata LA (Tidak ada Tuhan), ILLA (Ada Tuhan), Nafi mengandung Isbat, Isbat mengandung Nafi tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat tsb.

● Gugurkan huruf LAM kedua dan huruf HU, maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf ALIF dan huruf LAM pertama

kedua huruf yang tertinggal itu dinamai ALIF LAM LA’TIF ~>  kedua huruf itu menunjukkan Zat Allah

maksudnya :
Ma’rifat yang sema’rifatnya dalam artian yang mendalam, bahwa kalimah Allah bukan NAKIRAH, kalimah Allah adalah Ma’rifat, yakni Isyarat dari huruf Alif dan Lam yang pertama pada awal kalimah ALLAH.

● Gugurkan tiga huruf sekaligus, yaitu huruf LAM pertama, LAM kedua, dan HU maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf ALIF (Alif tunggal yang berdiri dg sendirinya).

Berilah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan depan, maka akan berbunyi : A.I.U

dan setiap berbunyi A maka dipahamhan Ada Zat Allah, bunyi I dan U, dipahamkan Ada Zat Allah

dan jika semua bunyi itu (A.I.U) dipahamkan Ada Zat Allah, berarti segala bunyi/suara didalam alam, baik itu yang terbit atau datangnya dari alam Nasar yang empat (Tanah, Air, Angin dan Api) maupun yang datangnya dan keluar dari mulut makhluk Ada Zat Allah.

Penegasannya bunyi atau suara yang datang dan terbitnya dari apa saja, kesemuanya itu berbunyi ALLAH, nama dari Zat yang maha Esa.. sedangkan huruf ALIF itulah dasar ( asal) dari huruf Arab yang banyaknya ada 28 huruf.

Dengan demikian maka..  jika kita melihat huruf ALIF maka seakan-akan kita telah melihat 28 huruf yang ada.

Lihat dan perhatikan sebuah biji pada tumbuh-tumbuhan, dari biji itulah asal usul segala urat, batang, daun, ranting, dahan dan buahnya.

Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah.

Pandang yang satu kepada yang banyak dan pandang yang banyak kepada yang satu maka yang ada hanya satu saja yaitu satu Zat dan dari Zat itulah datangnya Alam beserta isinya.

Al-Qur’an yang jumlah ayatnya 6666 ayat akan terhimpun kedalam Suratul Fateha

dan Suratul Fateha itu akan terhimpun pada Basmallah,

dan Basmallah itupun akan terhimpun pada huruf BA,

dan huruf BA akan terhimpun pada titiknya (Nuktah).

Jika kita perhatikan dengan jeli maka TITIK itulah yang akan menjadi segala huruf

( terlihat banyak padahal ia satu dan terlihat satu padahal ia banyak ).

Selanjutnya Huruf-huruf lafal ALLAH yang telah digugurkan maka tinggallah empat huruf yang ada diatas lafal Allah tadi, yaitu huruf TASYDID (bergigi tiga, terdiri dari tiga huruf Alif) diatas Tasydid ada lagi satu huruf ALIF.

Keempat huruf Tasydid itu adalah isyarat bahwa Tuhan itu Ada.. ~> maka wajib bagi kita untuk mentauhidkan Asma Allah, Af’al Allah, Sifat Allah dan Zat Allah.

Langkah terakhir....

● Gugurkan keseluruhannya, maka yang akan tinggal adalah kosong.

LA SAUTUN WALA HARFUN,
artinya tidak ada huruf dan tiada suara, inilah kalam Allah yang Qadim, tidak bercerai dan terpisah sifat dengan Zat.

Tarku Mayiwallah
(meninggalkan selain Allah) Zat Allah saja yang ada.

La Maujuda Illallah (tidak ada yang ada hanya Allah).

Sembilan (9) kali sudah kita menggugurkan kalimah ALLAH, seandainya juga belum dapat dipahami maka tanyakan kepada ahlinya.
[11/9 20.04] AbiePrayitno: HAYAT Artinya 'Hidup'...

HAYUN DAA'IMU LA YAMUUTU ABADA...
"Hidup selamanya yang tiada mati dan kekal abadi" ...
.
KEMATIAN itu adalah pemulangan..

Di situlah berlakunya pemisahan..

Sedang setiap sesuatu itu tetap hidup di dalam fitrahnya..

Bagi umumnya kematian ditunjukkan kepada tubuh yang berNYAWA..
.
Ketahuilah bahwa Tubuh itu 4 anasir ..

1. TUBUH itu pulang kepada TANAH.. dan TANAH pulang kepada NURANI.

2. TULANG itu pulang kepada AIR..
dan AIR pulang kepada NURANI.

3. DARAH pulang kepada API..
dan API pulang kepada NUR AZAM (Cahaya cita-cita)

4. URAT pulang kepada ANGIN..
dan ANGIN pulang kepada NURANI.

5. NURANI pulang kepada NUR MUHAMMAD..
dan NUR MUHAMMAD pulang kepada AKU..
.

AKU lah yang HIDUP.
Apabila aku hidup, maka segala yang pulang kepadaku itu, tetap hidup..
Yang mati itu, hanyalah pandangan umum saja..
.
Demikianlah, hakikat dari segala yang wujud itu, adalah AKU..
dan AKU adalah yang hidup, tidak mati dan kekal, tidak binasa.

Abu Yazid Al-Busthami berkata :

"Ketika Aku Terjaga, Kulihat Allah, Ketika Aku Tidur, Kulihat Allah, Ketika Aku Duduk, Kulihat Allah, Ketika Aku Berdiri, kulihat Allah, Ketika Aku Berjalan, Kulihat Allah"
.
maka dari itu jelaslah sekarang kepada kita bahwa yang mencari itulah yang dicari, yang memandang itulah yang dipandang
.
Dalam Ilmu makrifat, NYAWA itu dinamakan RASUL yang bernama MUHAMMAD..

Pada MUHAMMAD itulah putusnya pengetahuan kita.

Bahwa, kita tidak sampai kepada martabat pengenalan terhadap Tuhan melainkan hanya MUHAMMAD sajalah Wasilah untuk menyampaikan pengenalan kepada Tuhan
.
"ARAFTU RABBI BI RABBI"
Ku kenal Tuhanku dengan Tuhanku, Ku kenal Tuhanku dengan mengenalnya juga, yaitu MUHAMMAD
.
MUHAMMAD-lah yang senantiasa berkasih-kasihan dengan Tuhan, tidak ada putus-putusnya,

MUHAMMAD itulah Rahasia Sifat Tuhan

Orang yang maqam Hakekat SHOLAT, TAFAKUR dan apapun juga harus melalui MUSYAHADAH.

MUSYAHADAH harus melalui maqam FANA,

Maqam FANA itu meniadakan Diri yang Kasar pada Diri yang Halus, Artinya dalam akuan kita tidak ada ADAM yang kasar ini, yang ada hanya MUHAMMAD dengan Tuhannya..~>  Inilah yang di maksud Mati Hakekat, maka Diri berada  dalam keadaan setengah sadar, Hanya sampai disinilah batas pengetahuan kita
.
NYAWA tatkala Sakaratul Maut bagaikan cahaya lampu yang kembali cahaya itu kepada lampunya tatkala lampu padam, karena cahaya lampu itu adalah hak lampunya, maka pulanglah hak itu kepada empunya hak
.
"QULLU MIN INDILLAH"
Katakan, bahwa semua itu dalam genggamanKU
.
Teruslah berusaha untuk dapat Mengenal Diri yang Batin yang bernama MUHAMMAD,

Maka kita akan mengetahui bahwa wujud MUHAMMAD itu ada pada Rahasia KetuhananNYA..

Barang siapa tidak mengetahui batin MUHAMMAD dalam Rahasia Tuhannya maka sekali-kali tidaklah ia mendapat kesempurnaan pada Makrifatnya.

Lalu.,
bagaimana orang yang belum sempurna Makrifatnya pada saat Sakratul Maut..?

NYAWA orang itu akan ditarik dengan Isim Kaharnya ALLAH, namun bagi yang mengenalNYA akan dikasihiNYA

Sesungguhnya ALLAH Ta'ala tidak mengambil faedah atau maksud apapun pada apa yang diperbuatnya
.

Oleh karena itu,
Pandanglah keelokanNYA maka kita akan dipandang dengan sifat JAMAL "Hadratur Rahman"

Pandanglah kuasaNYA, maka kita akan dipandang dengan sifat JALAL "Hadratur Rububiyah"

Pandanglah kesempurnaanNYA, maka kita akan dipandang dengan sifat KAMAL "Hadratur Sariji"

Orang yang tidak sampai pada sebenar-benarnya mengenal, maka dipandang dengan sifat KAHAR karena memandang kekerasanNYA..
.

Ingatlah bahwa,
JASMANI akan kembali kepada BUMI,

RUHANI akan kembali kepada NUR MUHAMMAD,

NYAWA akan kembali kepada yang Empunya Hak
.
MUSYAHADAH adalah bermesraan antara ujud kepada DZAT-NYA seperti mesranya cahaya dengan lampunya, pujinya HU-ALLAH
.
Sakaratul Maut adalah saat RUHANI meninggalkan JASMANI, seperti kembalinya cahaya lampu kepada lampunya,
pujinya ALLAH-HU
.
Tinggallah NYAWA memuji Tuhannya dengan pujinya AH-AH
.

Lalu..
kembalilah NYAWA kepada yg Empunya Hak, dengan pujinya :
LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADARRASULULLAH,
Tiada dengan huruf, tiada dengan suara

KITA INI SAKSI UNTUK DIRI KITA SENDIRI

“Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya, menzalimi diriku sendiri karena itu ampunilah aku”  (Al-Qashash 16)
[11/9 20.04] AbiePrayitno: Hakekat Diri M A N U S I A"

(ﻡ) = Syariat = Tanah = Tubuh = Jasmani = Diri Terdiri = Nafas = Kaki

(ﺡ) = Tarekat = Angin = Nafas = Hati = Diri Terperi = Tanafas = Tangan

(ﻡ) = Hakekat = Api = Darah = Nyawa = Diri Sebenar diri = Amfas = Badan

(ﺪ) = Makrifat = Air = Rasa = Rahasia = Diri Tajjali =  Nufus = Kepala

Yang  sebenarnya  DIRI itu NYAWA,

Yang  sebenarnya NYAWA itu MUHAMMAD,

Yang  sebenarnya MUHAMMAD itu ALLAH,

Yang sebenarnya bernama ALLAH itu SIFAT-SIFAT ALLAH,

maka SIFAT-SIFAT ALLAH itu berasal dari DZATULLAH TA’ALA.

Maksudnya :

MANUSIA = MUHAMMAD = ALLAH = DZAT

🎐Waspadai hal  ini :

Kapan kita mengatakan ALLAH itu adalah MUHAMMAD..?

Kapan MUHAMMAD mengatakan ALLAH itu adalah TUHAN…?

Keterangan / Ayat :

“AWWALU TAJLI DZATTULLAH TA’ALA BI SIFATIHI”
“Mula-mula timbul DZat ALLAH Ta’ala kepada Sifatnya.”

“AWWALU TAJLI SIFATULLAH TA’ALA BI ASMA IHI”
“Mula-mula timbul Sifat ALLAH Ta’ala kepada namanya. “

“AWWALU TAJLI ASMADULLAHI TA’ALA BI AF‘ALIHI”
“Mula-mula timbul nama ALLAH Ta’ala kepada perbuatannya.”

“AWWALU TAJLI AF ALULLAHI TA’ALA BI INSAN KAMILUM BI ASMAI.”
“Mula-mula timbul perbuatan ALLAH Ta’ala kepada Insan yang Kamil yakni MUHAMMAD RasulNya.” 

“QOLAN NABIYI  SAW AWWALUMAA KHALAKALLAHU TA’ALA NURI”
“Berkata Nabi SAW yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Cahayaku baru Cahaya sekalian Alam.”

“QOLAN NABIYI  SAW AWWALU MAA KHALAKALLAHU TA’ALA RUHI”
“Yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Rohku, baru Roh sekalian alam.”

“QOLAN NABIYI  SAW AWWALU MAA KHALAKALAHU TA’ALA QOBLI”
“Yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Hatiku, baru Hati sekalian alam.”

“QOLAN NABIYI  SAW AWWALU MAA KHALAKALLAHU TA’ALA AKLI”
“Yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Akalku, baru akal sekalian alam”

“QOLAN NABIYI  SAW ANA MINNURILAHI WA ANA MINNURIL ALAM”
“Aku cahaya ALLAH dan Aku juga menerangi Alam”

MANUSIA mempunyai 2 unsur yaitu

- Unsur BATIN (ROHANI) itu adalah ALLAH

- Unsur ZAHIR (JASMANI) itu adalah MUHAMMAD.

Oleh karena itu, DIRI manusia adalah gabungan antara ALLAH dengan MUHAMMAD ( ALLAH + MUHAMMAD ).

Lebih jelas-nya dapat di-lihat pada DIRI manusia pertama yaitu ADAM.

TANAH yang akan dijadikan “tubuh ADAM” adalah tanah pilihan.

TANAH itu dicampurkan dengan rempah-rempah, wangi-wangian dari Sifat NUR Sifat ALLAH, dan disirami dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.

TANAH itu dipilih untuk mengejawantahkan Sifat "dua tangan-KU". Karena masing-masing sifat tercela ini hanyalah sekedar kulit luarnya saja, di dalam setiap sifat itu ada mutiara dan permata berupa Sifat ILLAHI.

Ketika ALLAH menciptakan manusia dg mengaduk dan mengolah TANAH, maka semua sifat hewan dan binatang buas, semua sifat setan, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda mati diaktualisasikan di dalamnya.

Kemudian TUBUH itu dibenamkan di dalam air “Kudral-Izzah-NYA” yaitu sifat “Jalan dan Jammal”. Lalu diciptakan menjadi tubuh ADAM yang sempurna.

Manusia sebagai makhluk yang sangat lemah dan hina disisi lain dinobatkan sebagai "KHALIFAH" (wakil ALLAH). Bertugas mengatur alam semesta dan merupakan wakil ALLAH untuk menjadi saksi-NYA serta mengungkapkan rahasia-rahasia firman-NYA.

Para mahkluk yang lain tidak melihat ada dimensi yang tidak bisa dijangkau olehnya, ia hanya mampu melihat pada tingkat yang paling rendah dalam diri manusia. Sementara makhluk yg lain terhijab oleh ketinggian derajat manusia yang berasal dari tiupan Illahi (QS Al Hijir 28-29).

ADAM terdiri dari (ALIF, DAL, MIM)

- ALIF  sebagai ALLAH,
- DAL ~ dalam
-MIM ~  MUHAMMAD ,
yang berarti : ALLAH DALAM MUHAMMAD

MUHAMMAD yang dimaksudkan di sini bukannya Nabi Muhammad s.a.w. (yang lahir di Makkah dan wafat di Madina) tetapi adalah “NUR MUHAMMAD”.

🎐Mohon diperhatikan agar tidak salah tafsir

Bahwa :
“Nama ALLAH itu baru, sebelum itu belum ada Tuhan bernama ALLAH.

Zat tersebut mentajalli (me-nampak-kan) dirinya serta di-tajalli-nya NUR ALLAH, kemudian ditajalli pula NUR MUHAMMAD ( INSAN KAMIL ), pada peringkat ini disebut
“ ENGKAU AKU – AKU ENGKAU = ANTA ANA – ANA ANTA “

🎐lihat uraian tentang Usul Diri “hubungan MANUSIA dgn ALLAH"

MANUSIA keseluruhannya adalah seperti huruf MUHAMMAD,

Huruf MIM adalah KEPALA manusia,

Huruf HA adalah BADAN manusia,

Huruf MIM adalah PINGGUL manusia

Huruf DAL adalah KAKI manusia.

Oleh sebab ALLAH dan MUHAMMAD pada hakekatnya adalah 1 pada DIRI MANUSIA, yaitu ZAHIR dan BATIN maka tidak ada lagi PENYEMBAH dan yang DISEMBAH.

SEMBAHYANG itu tidak lain adalah penyaksian diri kita sendiri sebagai pembawa dan penanggung Rahasia ALLAH.

Pengertian Dua Kalimah SYAHADAH :

" ASYHADU ALLA ILLAHA ILLALLAH "

Artinya “kita bersaksi dengan diri kita sendiri tidak ada yang nyata pada diri kita hanya Allah semata.”

Ini berarti kita menafikan tubuh kita dan kita ithbatkan kewujudan Allah semata-mata.

“ WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH “

Artinya “dan bersaksilah aku bahwa diriku yang zahir ini adalah menanggung diri rahasia Allah semata-mata”
[11/9 20.06] AbiePrayitno: RUMUS DIRI MENGENAL ALLAH :

- ALIF : ZAT = Kuasa

- LAM AWAL : SIFAT = Menerima Kuasa

- LAM AKHIR : ASMA = Menjalankan Kuasa

- HA : AF'AL = Menyatakan Kuasa
.

HAKIKAT 5 NABI pada DIRI KITA
1.) Nabi ADAM : Jasad kita
2.) Nabi IBRAHIM : Hati kita
3.) Nabi ISA : Roh kita
4.) Nabi MUSA : Mulut kita
5.) Nabi MUHAMMAD : Rupa kita
.

IMAM pada DIRI KITA :

Imam SYAFI'I : Perbuatan kita
Imam HAMBALI : Kata-kata kita
Imam HANAFI : Niat Hati kita
Imam MALIKI : Tujuan kita
.

MALAIKAT pada DIRI KITA :

JIBRIL : Menyampaikan
MIKA'IL : Menghidupkan
ISROFIL : Sekali mati 2x hidup
ISRA'IL : Tiap-tiap hidup mati
.

MARTABAT DIRI ADA 7 :

- DIRI ditakluki oleh HATI
- HATI ditakluki oleh JIWA
- JIWA ditakluki oleh RAHASIA
- RAHASIA ditakluki oleh SIFAT
- SIFAT ditakluki oleh ZAT
- ZAT ditakluki oleh ALLAH
- ALLAH ditakluki oleh HAMBA atau DIRI
.

" TUJUH " DALAM SEMBAHYANG :

^Berdiri betul : Kepala kita
^Takbir : Mata kita
^Sedekap : Telinga kita
^Rukuk : Mulut kita
^Tahyat : Badan kita
^Sujud : Tangan kita
^Salam : Kaki kita
.

TITIAN :

^KASAD : Kata hati
^TAKRAT : Dikatakan
^TAKYIN : Dikerjakan
^IHRAM : Suci Lahir Batin
^TUBADDIL : Berganti kuasa
^MUNAJAD : Berganti kata
^ MIKRAJ : Sampai kepada DZAT ALLAH

INSAN :

^INSAN : ALLAH
^MANUSIA : ALLAH Ta’ala
^MUHAMMAD : ALLAH Aza wajalla
^ALLAH : ALLAH Subhanahuwa Ta'ala
^ZAT : ALLAH Ruhman
^GHAIBUL GUYUB : ALLAH Rohim
^ZAT HAKIKI : ALLAH Robbul Alamin

IMAN dan AMAL :

1.) Iman yang diikuti, Amal Tidak diikuti
2.) Iman itu senantiasa, Amal itu bersama-masa
3.) Iman itu wajib, Amal itu Sunnah
4.) Iman tidak beramal tidak merusak, amal merusak
5.) Iman yang diterima, Amal tidak diterima
6.) Iman masuk surga, Amal tidak masuk surga
7.) Iman diberi Pahala, Amal tidak
8.) Iman tidak ditimbang, Amal ditimbang
9.) Iman bisa berpesan, Amal tidak berpesan, semua Nabi beriman serta selamat
10.) Iman jika tidak menjadi kafir, Amal tidak, semua Nabi beriman dan beramal
11.) Iman tidak mengharap, Amal mengharap
.

ISI SEMBAHYANG :

TIDAK ADA YANG LAIN HANYA ALLAH,
yang LAIN DARIPADA ALLAH SALAH ~>
Inilah ISINYA SEMBAHYANG

HAKEKAT SEMBAHYANG ADA 7
1.) NIAT : Nafsuku
2.) TAKBIR : Nyawaku
3.) FATEHAH : Kepalaku
4.) RUKUK : Tulangku
5.) SUJUD : Dagingku
6.) TAHYAT : Tanganku
7.) SALAM : Kakiku

.
KETERANGAN TAUHID :

- ROBUN ABDU : ALLAH Hamba
- ABDU ROBUN : Hamba ALLAH
- ANNA MUKODDIMU : Aku Qodim
- WA ANNA KHOLKI : Aku Raja
- WA ANNA MUHADDAS : Aku Baru
- WA ANNA MAHLUK : Aku Mahluk
.

JALAN TAUHID ILMU MAKRIFAT

1.) JASADku bernama ALLAH,
dari ALIF itulah Af'al ALLAH

2.) HATIku bernama MUHAMMAD,
dari LAM Awal itulah Asma ALLAH

3.) NYAWAku bernama RASULULLAH,
dari LAM Akhir itulah Sifat ALLAH

4.) RAHASIAku bernama ALLAH,
dari HA itulah Zat ALLAH
.

HADITS QUDSI :
WA AN YAKUN ABDA RABBAN BILASAKIN,
Artinya
"Bermula itu Hamba ALLAH, jangan syak/ bimbang, jangan ragu, apabila ragu kafir.

Kita yakin bahwa ALLAH itu benar-benar Ada dan Nyata, karena yang nyata ini tidak ada, yang ada hanya ALLAH semata"

Kata SYEH MUHYIDIN IBNU ARABI:

MAN ROANI FAKROL HAK,
Artinya
"Barang siapa mengenal ia akan AKU sebenarnya Manusia"

MAN RONI WAHUWA UJUDUL HAK,
artinya
"AKU lah yang sebenarnya Ujud ALLAH "

HADIST QUDSI :
"Manusia itu RahasiaKU, tidak ada lain SifatKU, dan Zat-NYA, tidak ada lain adanya AKU"

ALLAH nama ZAT,
arti Zat itu ada, itulah Diri KU, baru bernama Hamba ALLAH Tidak ada lain engkau itu hanyalah AKU, dan AKU itu adalah engkau juga"

BIKANA MAKANA, BIYAKUNU MAYAKUNU,
Artinya
"Barang yang belum ada itu adalah AKU, dan Barang yang sudah ada itu adalah AKU juga"
.

PUJI KEJADIAN MANUSIA :
- Sehari semalam dalam Rahim Ibu Pujinya "HU"

- Tiga hari tiga malam Pujinya "HAK"

- Tujuh hari tujuh malam pujinya "ANALLAH"

- Empat puluh hari 40 malam Pujinya "SUBHANALLAH"

- Tiga bulan Pujinya "ALHAMDULILLAH"

- Tujuh bulan Pujinya "ALLAHU AKBAR"

- Sembilan bulan 15 hari Pujinya "LAILAHAILALLAH"

- Setelah keluar dari Rahim Ibu Pujinya "HU ALLAH"

JASAD serta NYAWA ~> HAMBA namanya, setelah diberi nama, baru ALLAH namanya
.

HADIST QUDSI :
TA’ALAMA MAFINAFSI WALA AKMA MAFI NAFSI,
Artinya :
"Hai ISA, engkau ketahui yang ada pada dalam diriKU, dan AKU tidak tahu apa yang ada pada dalam dirimu"

Firman ALLAH :
WAANIK BUDUNI HAZA SIROTIM MUSTAKIM,
Artinya
"Tauhidkan oleh mu akan AKU, dan turutilah PerintahKU"

KHOLAKOL INZANI DO’IFA,
Artinya
"Tiap-tiap Manusia itu lemah tak Berdaya"

UDHULUL JANNATA ANTUM WAARWAJUKUM TAKBARUN,
Artinya
"Masuklah Kamu ke dalam Syurga, beserta Jodoh Kamu"

FAAMINU BILLAHI WAROSULAH,
Artinya
"Jika kamu percaya padaKU, Turutilah Perintah RasulKU"

IN KUNTUM SODIKIN,
Artinya
"Apa sebab engkau ceraikan ROHmu dengan JASADmu, jika engkau mengetahui"

FAKULUMAN BIROIRI AKMAL AKMALUHU MARDU DATIN LATAR BALU,
Artinya
"Hai Malaikat, Tamparkan Amalnya mereka itu kehadapan mukanya"

1.) ALAINYA MAYINUN WAKOD HOLAKTUKA MIN KOBLU WALAM TAHU SYAIYIA,
Artinya
"AKU telah menjadikanmu dahulu, sedangkan engkau belum jadi sesuatu"

2.) INNI JAALTUKA FIL FUADIMUHADISTI,
Artinya
"KUjadikan engkau bercakap-cakap dalam HATI-KU"

3.) WAL ABINU KOLBI FI FUADI ANISI,
Artinya
"isi HATI-KU hanyalah tetap engkau Sendiri"

4.) ANA MAN AHWA WAMAN AHWA ANA,
Artinya
"Segala yang AKU rindui itu ialah AKU"

5.) NAHNU ROHANI HALALNA BADANA,
Artinya
"AKU adalah dua Jiwa bersatu di dlm satu Badan"

6.) FAIZA ABSOR TAHU ABSOR TANA,
Artinya
"Bila engkau lihat AKU, terlihatlah Engkau"

7.) AL ABDU ROBBUN WAROBBU ABDUN,
Artinya
"Hamba itu adalah Tuhan, Tuhan itu adalah Hamba juga"

8.) IN KULTA ABDUN FAROKA ABDUN,
Artinya
"Kalau Engkau katakan Hamba, padahal AKU adalah Tuhan"

9.) AN KULTA ROBBUN ANNA YUKALLA,
Artinya
"Kalau Engkau katakan Tuhan, yang mana yang diperintah"

10.) MAIZTA RUHUKA FIRRUHI KAMA,
Artinya
"Telah bercampur ROHmu dengan ROH-KU"

11.) TUM SYIDUL HIOMRATA BIL MAIL ZALLALI,
Artinya
"Laksana bercampur Hamba dengan Air Jernih"

12.) FAIZA MAZZAKA SYAINU MAZZANI,
Artinya
"Bila menyentuhmu akan sesuatu, maka Tersentuhlah AKU"

13.) FAIZA ANTA ANA FIKULLI HALIN,
Artinya
"Sebab itu Engkau adalah AKU"

HADIST QUDSI :

MAN AROBTU ROBBI BIROBBI,
Artinya
"Jika Engkau ingin melihat AKU, Lihatlah Diri mu"

WAFI ANFUSIKUM APALAH TUBSIRUN,
Artinya
"AKU di dalam Jiwa mu, Kamu tidak mengetahui"
.

Apakah arti : JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ?

1. JUNUB Artinya Mahluk
2. JANABAT Artinya Islam
3. MUKORONAH Artinya Ilmu

SIAPA ITU JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ?

1. JUNUB Adalah Laut
2. JANABAT Adalah Bumi
3. MUKORONAH Adalah Mani

Bermula Arti
LAUT ialah SIRR kita,
ILMU adalah RAHASIA kita,
BUMI itu adalah TUBUH kita,

Bermula berkata-kata dengan Perempuan itu dan Sirr kita pada perempuan itu, itulah JUNUB namanya.

Dan Jimak Perempuan itu JANABAT namanya.

Bercampur Air Laki-laki dengan perempuan itu MUKORONAH namanya (SIRR sama),

Bermula
JUNUB itu Tamu namanya,
JANABAT itu Jamak namanya,  MUKORONAH itu : RAHMAN, RAHIM namanya

ORANG JANABAT itu ada 4 PERKARA:
1. WADA
2. WADI
3. MANI
4. MANIKAM

- WADA Artinya : selagi di dalam Otak kita
- WADI Artinya : Ditengah kening kita
- MANI Artinya : selagi didalam Dada kita
- MANIKAM Artinya : selagi di dalam Pusat kita

Maka tetap di dalam Pusat menjadi 3 macam:
1. ISTINJAK
2. JUNUB
3. JANABAT

Yang bernama ISTINJAK itu MANI, Tatkala di dalam FUAD itu KALAM, kemudian jatuh kepada BUMI itu RAHMAT ALLAH dari tempat yang bernama KUNTU KANZAN MAHFIAN, jika sudah tetap di dalam, BAHRUL ALAM namanya.

Ketahuilah tentang WADA, WADI, MANI, MANIKAM, serta kesempurnaannya ISTINJA itu

Jika tidak mengenal yang tersebut diatas, maka tidak sempurna ISLAM itu, Kering Air Laut, tidak Suci Mandinya, dan Sembahyangnya, maka tidak Syah segala Halnya
.

MENYATAKAN WADA, WADI, MANI, MANIKAM:

1.) WADA itu jadi Kaki, jadi Tubuh, jadi Tanah ~> jadi JIBRIL

2.) WADI itu jadi Darah, jadi Jantung ~> Jadi MIKA'IL.

3.) MANI itu jadi Angin, jadi Tembuni, jadi Limpa ~> Jadi ISROFIL

4.) MANIKAM itu jadi Api, jadi Uri, jadi Empedu ~> Jadi ISRO'IL

Malaikat JIBRIL pada Mata Putih,

Malaikat MIKA’iIL pada Mata Hitam,

Alis Mata itu bernama ISROFIL,

Mata yang Terang itu bernama ISRO'IL dan MUHAMMAD Rasulullah"

- HATI itu bernama ABU BAKAR,

- HATI yang TERANG bernama UMAR,

- Warna JANTUNG bernama USMAN

- EMPEDU yang Hitam bernama ALI
1. Jalannya mati
2. Hilangnya mati
3. Selamanya mati
4. Tempatnya mati

4 Perkara tadi pembukaan ghaibnya DZAT ALLAH,
oleh karena itu sayangilah, setelah menerima keterangan yang dibawah ini :

1.) Jalannya Mati :
ialah HIDAYATULLAH,
maksudnya menunjukan kerajaan yang dirakit di dalam tubuh manusia, jadi DZATNYA yang tidak berpindah lagi

2.) Duduknya Mati :
itu petunjuk ALLAH yang selamat dari keadaan mati, artinya tahu kesempurnaannya

3.) Ketemu Mati atau Selamanya Mati : ialah sabar, artinya pasrah segala-galanya kepada Tuhan : IRADATULLAH

4.) Tempatnya Mati :
itu adanya di dalam pekerjaan ALLAH, maksudnya ialah sempurnanya DZAT yang mempunyai sifat ESA.

supaya diketahui keterangannya dibawah ini :

1. SYAHADAT tidak pakai IMAN
2. TAKBIR tidak pakai TAUHID
3. SYARIAT tidak pakai MA’RIFAT

SYAHADAT tidak pakai IMAN nyatanya tunggal,

TAKBIR tidak pakai TAUHID kenyataannya hilangnya tunggal, yang senang di dalam DZATULLAH yang tunggal yang senang kepada SIFATULLAH yang sempurna sifatnya maka inilah yang menerangkan waktu ROH mulai keluar :

1.) Mula-mula ROH keluar dari badan ialah dari telapak kaki,
pujinya "LAYAKRUJULLAH ILALLAH"

2.) Roh jalan lagi, berhenti di lutut pujinya "ILAAHU ALLAH"

3.) Roh jalan lagi, berhenti di pusat pujinya "LAMAUJUD ILALLAH"

4.) Roh jalan lagi, berhenti di hati
pujinya "YAHU ILALLAH"

5.) Roh jalan lagi, berhenti khalkum pujinya "YUWA ILALLAH"

6. Roh jalan lagi, berhenti dimuka/ wajah pujinya "HAK ILALLAH"

7. Roh jalan lagi, berhenti di mata pujinya "NYAWA si badan sepi"

Adapun ghaibnya, kenyataannya ada 6 perkara:

1.) Jaman geraknya mati rupanya hitam, jaman yang keluar dari badan kita pribadi

2.) Melihat warna merah, pekerjaan yang masih samar-samar

3.) Melihat warna kuning, itupun masih remang-remang

4.) Melihat warna putih, itu tandanya sudah kumpul, jadi keadaan mati yang tunggal gilang gemilang cahayanya, itulah tanda bayangan dari keadaan mati yang sempurna, yang terang tidak ada yang menghalanginya.

tapi walaupun demikian belum sampai juga sebab masih jauh dari rasa gaib, maka dari itu harus percaya kepada Qudrat yang mahakuasa.

TAUHID maksudnya pasrah kepada kehendakNYA,

MA'RIFAT maksudnya tahu kepada ILMU-NYA,

ISLAM maksudnya selamat dari ILMU-NYA.

5.) Melihat yang belum tahu pada warna, Sejati yang mulya tak ada batasnya

6.) Lengkap riwayatnya yang menerima anugerah yang Maha Suci

1.) Nabi IBRAHIM : Nyawa = Wujud = Ada

2.) Nabi YUSUF : Cahaya = Sifat = Rupa

3.) Nabi ISA : Roh = Johar = Nyata

4.) Nabi MUHAMMAD : Nur = Roh = Ke dalam

5.) Nabi MUSA : Ceritaan = Nafas = Ke luar

6.) Nabi DAUD : Suara = Hawa = Darah

7.) Nabi SULAIMAN : Kesaktian = Nafsu = Tulang

- ALIF  ALLAH = Jibril = Nafas

- LAM Ta’bil ALLAH = Mikail = Tanafas

- LAM Jalalah ALLAH = Isrofil = Anfas

- HA Adadah ALLAH = Isroil = Nufus

^Tasjid : Haruman, Jaruman,

^Mukarobin : Nafas Nafsiyah
[11/9 20.08] AbiePrayitno: Yang bernama "DIRI" itu terbagi 2 bagian :
- Diri Lahir
- Diri Bathin

DIRI Lahir (jasmani/fisik) itu berasal dari Anasir ADAM yaitu :
Api         Angin            Air           Bumi

“Api” itu
berasal dari yang bathin,
berhuruf "Alif"
bernama “Zat”
menjadi rahasia hurufnya “Darah” pada kita.¨   

“Angin” itu
berasal dari yang bathin,
berhuruf “Lam Awwal”
bernama "Sifat"
menjadi "nyawa" hurufnya “Nafas” pada kita.¨     

“Air” itu
berasal dari yang bathin,
berhuruf "Lam Akhir"
bernama “ Asma’ “
menjadi "Hati" hurufnya “Mani” pada kita.

“Bumi” itu
berasal dari yang bathin,
berhuruf “Ha”
bernama “Af-al”
menjadi "Kelakuan" hurufnya ”Tubuh” pada kita.   

Jadi jika demikian DIRI kita yang lahir (jasmani) itu, berasal dari Bayang-bayang DIRI kita yang bathin yg juga berhuruf (berkalimah) “ALLAH”

Sesudah kita mengetahui DIRI yang lahir (jasmani), hendaknya kita mengetahui juga DIRI kita yang bathin, sebab DIRI yang bathin itulah yang bisa mengenal Tuhannya, seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

"Barang siapa akan mengenal dirinya, maka akan dikenalnya Tuhannya".   

siapa.. yang mana ??

Sebelum kita mengenal DIRI kita yang bathin, hendaklah terlebih dahulu kita matikan (fanakan) DIRI kita yang lahir yang berwujud nama Allah itu seperti yg disabdakan oleh Nabi SAW :

"Matikan dirimu sebelum kamu mati."

Jika sudah mati (fana) diri kita yang lahir itu, barulah akan Nyata diri kita yang bathin, yang disebut "sebenar-benarnya diri".   

Cara mematikan DIRI yang lahir itu adalah dengan manafikan huruf-hurufNYA :
Alif   Lam   Lam   Ha.

Jadi jika DIRI kita yang lahir itu nyata sudah fana, maka itu berarti bhw DIRI kita sekali-kali tidak ada lagi.. ~> berarti diri kita yang lahir ini sudah Lebur/Lenyap pada diri yang bathin.

Artinya: Dari tiada menjadi tiada, dan dari ada kembali menjadi tiada..

Maksudnya,
Diri yang lahir ini sehelai rambut-pun tidak mempunyai ada lagi dan tidak boleh dikatakan ada pada ilmunya, hanya diri yang bathin yang bernama Muhammad seperti tersebut dalam hadits Qudsi :

"Kujadikan engkau (ya Muhammad) karena aku, dan kujadikan sesuatu karena engkau".   

Jadi jelaslah, bahwa yang bernama Muhammad itulah sebenarnya diri yang bathin.. 

Jd hendaknya kita jangan ragu dan bingung lagi, karena Muhammad itulah yang mempunyai Tubuh, Hati, Nyawa, dan Rahasia.

¨  Tubuh Muhammad itulah yang bernama Alam Insan yakni Syari’at.

¨    Hati Muhammad itulah yang bernama Alam Jisim yakni Thariqat.

¨    Nyawa Muhammad itulah yang bernama Alam Misal yakni Haqiqat.

¨    Sirr Muhammad itulah yang bernama Alam Ruh yakni Ma’rifat.   

Jika sudah demikian...
hendaklah Muhammad itu pula yang mengenal Tuhannya, akan tetapi Muhammad belum bisa mengenal Tuhannya sebelum fana Tubuhnya, Hatinya, Nyawanya, dan Rahasianya.. (Zatnya, Sifatnya, Asma’nya, Af-alnya).

Firman Allah :
"Katakan olehmu (Muhammad) bahwasanya Allah ta’ala itu Esa : Esa pada Zatnya, Esa pada sifatnya, Esa pada Asma’nya, Esa pada Af-alnya."

Firman Allah :
"Serahkan dirimu hai (Muhammad) pada Tuhan-mu yang hidup dan tiada mati".   

Mengenai Muhammad menyerahkan dan meng-esakan diri kepada Allah seperti yg diuraikan dibawah ini shg jangan ragu dan bingung lagi terhadap perkataan DIRI.

¨   Bathin Muhammad adalah Zat pada Allah, Rahasia kepada hamba.

¨   Awwal Muhammad adalah Sifat pada Allah, Nyawa kepada hamba.

¨   Akhir Muhammad adalah Asma’ pada Allah, Hati kepada hamba.

¨   Zahir Muhammad adalah Af-al pada Allah, Tubuh kepada hamba.

¨    Yang disebut hamba itu tidak lain dari pada Muhammad dan jangan sekali-kali disangka hamba itu adalah kita, karena kita ini pada ilmunya sudah tidak ada lagi .   

Jadi....,
Rahasia - Nyawa - Hati - Tubuh - Muhammad itupun tidak ada juga.. karena sudah fana pada zat-nya, sifat-nya, asma’nya, af-alnya yakni Allah Ta’ala juga adanya.

Firman Allah didalam Al-Qur’an :

"Allah juga Tuhan yang awwal tiada baginya permulaan, dan DIA juga yang akhir yang tiada bagiNYA berkesudahan, dan DIA juga yang Zahir, serta DIA juga yang Bathin.

Jadi...,
kita/tubuh kita yang kasar ini, pada haqiqatnya/ilmunya fana kepada Maqam Baqa’ (fana kepada Allah juga adanya) yaitu fana fillah dan Maqam Billah.

¨      Segala perbuatan adalah perbuatan Allah, si hamba sama sekali tidak memiliki perbuatan.

¨      Segala asma’ pada hakekatnya adalah Asma’ Allah

¨      Nur Nabi kita Muhammad SAW. dari Nur Zat Allah Ta’ala, sekian banyak mahluk dan segala sesuatu dijadikan dari padanya.

¨      Segala sifat pada hakekatnya adalah sifat Tuhan yang ada pada hamba adalah makna wujudNYA.

Itulah …
orang-orang yang sebenar-benarnya ma’rifat kepada allah.
[11/9 20.09] AbiePrayitno: bismillahirahmanirrohim
Mari kita lihat Surat Al Baqarah ayat 1 :
ALIF LAM MIM.

Mengapa tidak dibaca ALAM atau ALIM..???

HANYA ALLAH YANG MENGETAHUI ARTINYA.
Yang mengetahui Allah hanya Allah.

Huruf ALIF adalah milik Allah,
LAM untuk utusan Allah dan
MIM untuk Muhammad (insan, manusia).

Antara ALIF dan MIM itu ada LAM, antara Allah dan manusia itu ada apa.. ??

ADA SIRR..

SIRR dalam hal ini bisa berperan sebagai utusan, sebagai pembawa berita, sebagai naluri, sebagai angan-angan atau imajinasi, sebagai generator dan bisa juga sebagai mikro prosesor penerima atau pengolah data.

TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DAPAT BERCAKAP-CAKAP DENGAN ALLAH, KECUALI DENGAN WAHYU, ATAU DARI BELAKANG TABIR, ATAU DENGAN MENGIRIMKAN UTUSAN-NYA DENGAN SEIZIN-NYA.(QS. AS-SYUARA 42 : 51 ).

MULAI HARI INI AKU SINGKAPKAN TABIR YANG MENUTUPI MATAMU, MAKA PENGLIHATANMU AKAN MENJADI TAJAM (QS. AL QAAF 50 : 22).

TUHAN MENEMPATKAN DIRI ANTARA MANUSIA DENGAN QOLBUNYA. (QS. AL ANFAL 8 : 24). 

QOLBU merupakan titik terendah dari sumbu komunikasi vertikal kepada Allah.

Tabir akan menjadi transparan dan akan menjadi kabel penghubung untuk berkomunikasi dengan Allah, manakala kita tidak ragu-ragu akan kebenaran Al Qur’an dan yakin akan keghoiban Allah dimana Qolbu merupakan pintu masuk ke alam ghoib.

Komunikasi dengan Allah hanya bisa melalui dzikir Qolbu.

INILAH KITAB YANG TIADA DIRAGUKAN, SUATU PETUNJUK BAGI MEREKA YANG TAKWA, YAITU MEREKA YANG BERIMAN KEPADA YANG GHOIB.(QS. AL BAQARAH 2 : 2-3 )

DAN SEBUTLAH ( NAMA ) TUHANMU DALAM HATIMU…
( QS. AL A’RAF 7 : 205 ).

DIA AKAN MEMBERI PETUNJUK KEPADA HATINYA
( QS. AT TAGABUN 64 :11 )

DIALAH JIBRIL YANG MENURUNKAN AL QUR’AN KE DALAM QOLBUMU DENGAN SEIZIN ALLAH ( QS. AL BAQARAH 2 : 97).

Oleh karena itu seorang akan betul-betul yakin kepada kebenaran Al Qur’an dan hakikat Dzat, setelah yang bersangkutan mengalami hal-hal yang bersifat ghoib.

Pengalaman ghoib itulah yang sangat didambakan oleh para pencari Tuhan.

Pengalaman ghoib itulah yang disebut sbg ilmu Ilhamiah atau ilmu Laduni yang lebih dipercayai oleh mereka para sufi daripada ilmu akal.

BARANG SIAPA YANG HATINYA DIBUKA OLEH ALLAH KEPADA ISLAM (DAMAI) MAKA IA ITU MENDAPAT CAHAYA DARI TUHAN NYA.
(QS. AZ ZUMAR 39 : 22).

Menurut Al Ghazali Dzat Allah itu sangat terang benderang, sehingga hanya bisa ditangkap oleh mata hati.

CAHAYA DI ATAS CAHAYA ( QS. AN NUR 35),

DIA (ALLAH) TIDAK TERCAPAI OLEH PENGLIHATAN MATA
(QS. AL AN’AM 6 : 103).

YANG PERTAMA-TAMA AKU BERIKAN KEPADA MEREKA (YANG BERIMAN) ADALAH NUR KU YANG AKU TARUH DI HATI MEREKA ( HADITS QUDSI ).

Ketika Musa berdo’a ingin melihat Tuhan, maka Tuhan berfirman :

ENGKAU (MUSA) TIDAK AKAN SANGGUP MELIHAT AKU. MAKA MANAKALA TUHANNYA MEMPERLIHATKAN DIRI DI ATAS BUKIT, BUKIT ITU HANCUR DAN MUSA JATUH TIDAK SADARKAN DIRI
( QS. AL A’RAF 7 : 143 ).

Maka dengan demikian adalah sangat terlarang untuk menyingkap tabir rahasia Allah, kita tidak boleh melewati batas-batas yang telah ditetapkan Allah.

ALLAH MEMPUNYAI TUJUH PULUH HIJAB CAHAYA DAN KEGELAPAN; SEANDAINYA DIA MENYIBAKKAN HIJAB-HIJAB ITU MAKA KEAGUNGAN WAJAHNYA AKAN MEMBAKAR SEGALA YANG DILIHAT OLEH MAHLUK-NYA ( HADITS ROSULULLAH ).

Berpikirlah kamu tentang makhluk Allah, jangan berpikir tentang Dzat Penciptanya.

Aku tidak mengenal Allah, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang telah Allah berikan kepadaku. ( Hadits Rosulullah ).

Bila kita berusaha mencoba menyingkap tabir tersebut, maka kita akan hancur lebur seperti halnya dalam riwayat Nabi Musa yang ingin melihat Allah, dimana gunung sekalipun akan hancur.

allah huh haq.

Seri 5

[11/9 20.09] AbiePrayitno: bismillahirrahmanirrohim
AL- QUR’AN DALAM PANDANGAN HAKIKAT ”

Tingkatan AL-QUR’AN itu ada 4 yaitu :

1. Al-Qur’anul MAJID
2. Al-Qur’anul KARIM
3. Al-Qur’anul HAKIM
4. Al-Qur’anul ADHIM

1. Al-Qur’anul MAJID
ialah AL-QUR’AN yang ada HURUF-nya, yaitu berupa KITAB yang kita baca dan dikaji di tempat-tempat pengajian inilah manual (gambaran) dari AL-QUR’AN yang HIDUP.

2. Al-Qur’anul KARIM
ialah AL-QUR’AN yang MULIA, yaitu yang telah membuat hingga AL-QUR’AN itu bisa ditulis kedalam sebuah kitab.

siapa yang membuat hingga AL-QUR’AN boleh dibaca ?

tentunya itu hasil karya dari tulisan tangan dan jari-jarinya, jadi yang MULIA itu adalah tangan dan jari-jarinya.

3. Al-Qur’anul HAKIM
ialah AL-QUR’AN yang AGUNG. yaitu MATA, karena PENGLIHATANnya maka tangan dan jari-jarinya dapat menulis.

Jadi yang AGUNG itu MATA dan PENGLIHATANnya.

4. Al-Qur’anul ADHIM
ialah AL-QUR’AN yang SUCI dan ABADI.

Itulah yang HIDUP, karena walau ada tangan dan jarinya serta mata dan penglihatan tetap tidak akan terwujud AL-QUR’AN kalau tidak ada yang HIDUP.

Lebih Jelasnya ….

AL-QUR’AN = HIDUP

Rasullullah adalah AL-QUR’AN yang berjalan (HIDUP)

Jadi AL-QUR’AN yang HIDUP adalah INSAN.

oleh karena itu..

Jika ingin mengaji AL-QUR’AN harus sampai kepada SUCI-nya, maka itulah yang SEMPURNA (Melalui 4 tahapan pengkajian AL-QUR’AN diatas).

1. harus ada kemauan yang kuat untuk membaca AL-QUR’ANUL MAJID ( AL-QUR’AN yang ada hurufnya ) inilah SYARIATnya..

setelah dibaca harus dikaji yaitu diartikan apa maksudnya..

setelah mengerti maksud-maksudnya segera cari tahu dan amalkan agar terasa manfaatnya (Tangan yang bergerak) inilah THAREKATnya…

Maksudnya.. :

Semua berawal dari AL-QUR’ANUL MAJID ( Manual Book ) yang telah menunjuki jalan mengenal ALLAH dan Rasul-NYA

kemudian dilanjutkan dengan “membaca” AL-QUR’AN KARIM artinya mengkaji pekerjaan tangan dan jari kita yang sekiranya bisa menghantarkan kepada ALLAH dan Rasul-NYA.

Bahwa…

ALLAH memberi tangan dan jari kepada manusia, bukan hanya digunakan untuk membuat dan mengerjakan barang-barang yang berhubungan dengan sifat ke-dunia-an saja tetapi haruslah dipakai dengan membuat jalan untuk mengenal ALLAH dan Rasul-NYA agar tangan kita menjadi MULIA.

Dalilnya:

“Asa bi’ahum fi adanihim minassowaiki hadarotil mauti wallahi muhitun bil kafirin”

Artinya : Kalau tangan dan jari kamu tidak digunakan untuk mengenali jalan kematian, maka tangan dan jari kamu bermartabat tangan dan jari hewan saja…

Selanjutnya…

Dari pemahaman AL-QUR’ANUL KARIM naik lagi setingkat kepada AL-QUR’ANUL HAKIM sebagai bagian HAKEKAT.

Yaitu harus mengkaji pekerjaan PENGLIHATAN kita yang sekiranya belum HAKIM.. “Sidik jari” atau bukti pada barang yang SUCI dan ABADI itu Hakekatnya adalah ALLAH dan MUHAMMAD.

Karena ALLAH dan MUHAMMAD yang memberikan MATA dan PENGLIHATAN itu,

PENGLIHATAN juga bukan untuk dipakai melihat barang yang hanya berhubungan dengan keduniaan saja, tetapi harus juga dipakai untuk melihat dengan mata batin HAKEKAT ALLAH dan RASULULLAH.

Akhirul Kalam…

Inilah AL-QUR’AN yang dimaksud dengan sebenar-benarnya AL-QUR’AN yaitu AL-QUR’ANUL ADHIM yang SUCI lagi ABADI, yang sifatnya HIDUP, yang telah ditanamkan pada dada setiap INSAN dan menjadi IMAM dan juga sebagai IMAN untuk memisah yang Hak dan yang Bathil yang bertaraf MAKRIFAT.

Mari kita pelajari serta meng-kaji setiap zarah apa yang nampak atau pun yang tidak nampak..

Karena apa yang nampak itu adalah bayangan saja dari rahasia ilmu ter-sirat-nya,

Yang terbaik adalah mencari Ilmu dan Rahasia yang ada pada Ilmu tersebut.,

agar..

Yang Hak itu menjadi jelas dan nyata dan bertambah iman di dada.

Kenyataan Ilmu di ambil dari pada kalam Tuhan yaitu Al-Qur’an,

Sedangkan Al-Qur’an itu mengandung rahasia tentang seluruh kejadian apa yang ada di alam semesta ini..

“Li kulli Ayatin wa Harfim wa Nuqthotin minal Qur’aani”

Artinya :

Setip ayat, huruf dan titik, di dalam Al-Qur’an mempunyai hikmah

Ayat di atas adalah contoh yang terdapat di dalam Al-Qur’an, yang mana dinyatakan bhw setiap titik, huruf, ayat dan surah mempunyai Hikmah dan Rahmat,

Maksudnya :

Al-Qur’an adalah Kalam ALLAH,

Setiap Huruf ada kemanisannya,

Setiap Ayat ada kebahagiaannya,

Setiap Kalimah ada kemuliaannya,

Setiap Juz ada pembalasannya,

Setiap Surah ada keselamatannya

Demikian juga dengan berbagai peristiwa yang terjadi pasti ada hikmahnya dan menjadi ilmu serta ingatan, juga tauladan bagi kita..

Terutama tentang kejadian kejadian yang terang, jelas dan nyata, Agar bisa di jadikan ilmu dan pemahaman tentang kekuasaan dan kebesaran Tuhan yang berlaku terhadap seluruh makhluk Tuhan

INTINYA :

MANUSIA perlu mencari RAHASIA
Karena MANUSIA itu sendiri adalah RAHASIA

Terutama tentang kejadian kejadian yang terang, jelas dan nyata, Agar bisa di jadikan ILMU dan PEMAHAMAN tentang kekuasaan dan kebesaran ALLAH yang berlaku terhadap seluruh makhluk ALLAH.

Mari kita PELAJARI serta meng-KAJI setiap zarah apa yang nampak atau pun yang tidak nampak..

Karena apa yang nampak itu adalah bayangan saja dari RAHASIA ILMU ter-sirat-NYA

Yang terbaik adalah mencari ILMU dan RAHASIA yang ada pada ILMU tersebut,

agar..

Yang Hak itu menjadi jelas dan nyata dan bertambah IMAN di dada.

allah
hu
haq.
[11/9 20.10] AbiePrayitno: bismillahirahmanirrahim

KAF,HA,YA,A'IN,SHOD
itu yg di artikan adalah ke 5 dari pancaindera agar engkau menjaganya dan menutupnya dr setan yg hendak masuk.

KAF: itu adalah MULUT mu maka jagalah perkataanmu,katakanlah yg baik atau diam saja agar engkau beroleh pedoman.

HA: itu adalah HIDUNG mu maka jagalah hidungmu maksudnya janganlah suka mengendas endus seperti anjing,iaitu sibuk utk mencari cela kesalahan dirimu sendiri.

YA: itu adalah INDERA PERABAMU jagalah indera perabamu jgn pernah melakukan aktiviti yg tercela sb rasa segala nikmat yg engkau terima itu mestilah melalui jln terpuji dan diakhiri selalu syukur dlm menerimanya.

A'IN: itu adalah MATA mu maka jglah penglihatanmu,supaya engkau manfaatkan utk melihat apa yg semestinya.jgn dipandang luar dr batinmu akn demikian menutup mata hatimu.

SHOD: itu adalah TELINGA mu maka gunakanlah utk sentiasa mencari objek-objek pendengaran yg baik seperti kesukaan pd mendapati majlis2 ilmu dan dsb.

DEMI INSAN KAMILKU AKU MENJAGA
MULUT AKU DIBERI MULUT,DICIPTAKAN OLEH ALLAH YG MAHA BERBICARA DI JELASKAN PENAMAANYA ASMA' ALLAH,UNTUK MENYAMPAIKAN KEINGINANYA.

Dgn mulut insan kamilku,aku berbicara dgn perasaanku menyampaikan kebenaran hidup.
pada mulutku menjadi pintu LAWWAMMAH,sebagai jln syariatku (usaha hidup) membuka kenyataan mengenali tuhan yg maha menyampaikan atas segala apa yg ia inginkan.Dan aku memasuki alam badanku menemui hati sanubariku membuka rasa dari apa yg aku bicarakan menyatukanya dgn rasa kebenaran,menuju haqquallah mencapai sempurnanya pengucapan.

BIJAKSANA DIDALAM HIDUPKU JIKA AKU MENJAGA MULUTKU DAN APA YG MASUK (MAKANAN DAN MINUMAN)DAN DR APA YG KELUAR (PENGUCAPAN) KERANA SEMUA ITU MENJADI PERTALIANYA RUH DAN BERTAHTA PADA RUH JASMANI.

HIDUNG:
aku diberi hidung,dicipta oleh allah yg maha mengenalkan.Dijelaskan yg mulia utk mengenali kesempurnaan penciptanya.ada wujud ya ada gerak ya ada bau pengenalan

Dengan hidung insan kamilku,aku mengenali bau kepastian,menikmati rasa pengenalan tuhan dan mengenali yg maha menjadikan

pada hidungku menjadi pintu NAFSU SHUFIYAH ku,sebagai jln mengenali kebenaran(hakikat) membuka kenyataan mengenal yg maha Di kenal.atas segala apa yg menjadi kehendaknya.dan aku memasuki alam badanku menemui hati sir ku membuka sempurnanya rasa dari apa yg telah aku kenali menyatukanya dgn kepastian rasaku, menuju yg maha pasti mencapai penglihatan akan adanya tuhan.

MENYEMPURNAKAN DIDALAM DADAKU.JIKA AKU MENJAGA DIDALAM PENCIUMANKU,DARI BAU YG TELAH MENJADI KEPASTIAN (TIDAK MENGHINA PENGENAL).KERANA SEMUA ITU PENCIUMAN RUHKU,DAN BERTAHTA PD RUH RAHMANI

MATA (manunggal dan nyata)
aku di beri mata,di ciptakan oleh allah yg maha melihat di jelaskan Nurnya (nuruallah) untuk melihat kenyataanya.

jelaslah sudah aku melihat dgn yg maha melihat dgn melihat kenyataan atas keinginan allah yg ingin di kenal tak samar lagi aku melihat apa yg telah diinginkannya.Dia ada kerana mengadakan kenyataanya.Dia mengadakan kerana ingin di ketahui kenyataanya.

"DIA LAH YG AWAL DAN YG AKHIR YG ZAHIR DAN YG BHATIN.
DAN DIA MAHA MENGEHTAHUI SEGALA SESUATU"( Q.s al-hadid:3)

yg di maksud dgn yg awal ialah,yg telah ada sebelum segala sesuatu ada,yg akhir ialah yg tetap ada setelah segala sesuatu musnah,yg zahir ialah,yg nyata adanya kerana banyak bukti-buktinya dan yg bhatin ialah yg tak dapat digambarkan hikmat zat-nya oleh akal.

DENGAN PENGLIHATAN INSAN KAMILKU,AKU MELIHAT DGN PANDANGAN ZAHIR BHATINKU,MELIHAT WUJUD MENGENALI PENAMAAN-NYA DI DALAM MENGENALI PENAMAANYA AKU MELIHAT SIFAT DAN KEINGINANYA TERTATA RAPI DALAM RAHSIANYA.

pada mataku menjadi pintu nafsu MUTHMAINNAH,sebagai jalan atas ma'rifatku membuka kenyataan hidup mengenali wajah allah.dan aku masuki alam badanku menemui hati fuadku untuk menyatukan rasa dari apa yg telah aku lihat menuju jalaluallah mencapai indahnya penglihatan

"DAN KEPUNYAAN ALLAH LAH TIMUR DAN BARAT MAKA KEMANA PUN KAMU MENGHADAP DI SITULAH WAJAH ALLAH.SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA LUAS(rahmatnya) LAGI MAHA MENGEHTAHUI"
Q.s al-baqarah:115

Disitulah wajah allah maksudnya kekuasaan allah meliputi seluruh alam.sb itu di mana saja manusia berada allah mengehtahui perbuatannya,kerana ia selalu berhadapan dgn allah.

MENSUCIKAN DI DALAM HIDUPKU
JIKA AKU MENJAGA PENGLIHATAN KU,DARI APA YG MENJADI PENGLIHATANKU AKAN BAIK BURUKNYA WUJUD (MENGHORMATI CIPTAAN ALLAH) KERANA SEMUA ITU ADALAH PENGLIHATAN RUHKU,DAN BERTAHTA PADA RUH IDHOFI.

allah hu
haqq.
[11/9 20.11] AbiePrayitno: Cara pandangan itu ada dua macam, pertama :
SYUHUDUL WAHDAH FIL KASRAH artinya : memandang yang satu kepada yang banyak. Dimana pokok pandangan dimulai dari syuhud bathin, naik kepada Nur bathin, dan kepada ilmu bathin. Dan akhirnya sampai kepada ujud bathin.
Pandangan kedua ialah : SYUHUDUL KASRAH FIL WAHDAH, Artinya : memandang banyak kepada yang satu. Pandangan ini dimulai pada pangkal pertama yakni ujud bathin yang hakikatnya Zat semata-mata dan Zat yang satu itulah yang menerbitkan ilmu bathin ; yakni Sifat. Dan juga Nur bathin yakni Asma. Bahkan syuhud bathin yakni Af’al. maka apabila yang banyak itu berasal dari yang satu :akhirnya akan kembali juga kepada yang satu. Dan apabila sekarang kita sudah kembalikan,maka tidak ada lagi ujud kecuali Allah semata. Tamsil, cahaya terang itu adalah permulaan dari sinar matahari,yang disebut siang. Sebelum itu didapat, lebih dahulu yang dipandang itu adalah cahayanya yang terang tersebut. Kemudian baru sinar yang menerangi itu, sinar itu menyatakan cahaya matahari. Meskipun tidak tampak, karena sinar itu tidak lepas dari matahari. Bahkan cahaya terang itu juga menyatakan adanya matahari, karena datang dari sinar yang ada pada matahari tersebut.

Maka apabila sudah lenyap dan fana segala yang lain daripada Allah Ta’ala dan sudah lenyap segala sifat-sifat kejadian,yakni majhor kenyataan,maka akan tercapailah makam baqa ; yang disebut juga makam tajali atau Nampak, makam Zuhur atau nyata; yang menghasilkan pandangan :

MA RAYTU SYAI’A ILLA WAROITULLAH MA’AH Artinya : tidak aku lihat sesuatu, yang Nampak bagiku Allah besertanya.
MA RAYTU SYAI’A ILLA WAROITULLAH QABLAH Artinya : tidak aku lihat sesuatu, kecuali yang Nampak bagiku Allah sebelumnya.
MA RAYTU SYAI’A ILLA WAROITULLAH BA’DAH Artinya : tidak aku lihat sesuatu, yang Nampak bagiku Allah sesudahnya.
MA RAYTU SYAI’A ILLA WAROITULLAH FI’IH Artinya : tidak aku lihat sesuatu, kecuali yang Nampak bagiku Allah dalamnya.
[11/9 20.11] AbiePrayitno: “Segala sesuatu yg terjadi di alam semesta ini pada hakikatnya adalah af’al (perbuatan) Allah. Berbagai hal yg dinilai baik maupun buruk pada hakikatnya adalah dari Allah juga. Jadi keliru dan sesat pandangan yg mengatakan bahwa yg baik dari

Allah dan yg buruk dari selain Allah.” “…Af’al Allah harus dipahami dari dalam dan dari luar diri. Saat manusia menggoreskan pena misalnya, di situ lah terjadi perpaduan dua kemampuan kodrati yg dipancarkan oleh Allah kepada makhluk-NYA, yakni kemampuan kodrati gerak pena. Di situlah berlaku dalil “Wa Allahu khalaqakum wa ma ta’malun (Qs.Ash-Shaffat:96)”, yg maknanya Allah yg menciptakan engkau dan segala apa yg engkau perbuat. Di sini terkandung makna mubasyarah. Perbuatan yg terlahir dari itu disebut al-tawallud. Misalnya saya melempar batu. Batu yg terlempar dari tangan saya itu adalah berdasarkan kemampuan kodrati gerak tangan saya.

Di situ berlaku dalil “Wa ma ramaita idz ramaita walakinna Allaha rama (Qs.Al-Anfal:17)”, maksudnya bukanlah engkau yg melempar, melainkan Allah jua yg melempar ketika engkau melempar. Namun pada hakikatnya antara mubasyarah dan al-tawallud hakikatnya satu, yakni af’al Allah sehingga berlaku dalil la haula wa la quwwata illa bi Allahi al-‘aliyi al-‘adzimi. Rosulullah bersabda “La tataharraku dzarratun illa bi idzni Allahi”, yg maksudnya tidak akan bergerak satu dzarah pun melainkan atas idzin Allah.”

Eksistensi manusia yg manunggal ini akan nampak lebih jelas peranannya, dimana manusia tidak lain adalah ke-Esa-an dalam af’al Allah. Tentu ke-Esa-an bukan sekedar af’al, sebab af’al digerakkan oleh dzat. Sehingga af’al yg menyatu menunjukkan adanya ke-Esa-an dzat, kemana af’al itu dipancarkan. ,,,
[11/9 20.12] AbiePrayitno: HITAM PUTIH YAITU DUA,
APABILA DIPISAH JAUHLAH DIA,
DEKATNYA ITU DAPAT DIKIRA,
BUKAN BEGITU UMPAMA KITA,

umpama kita tiada lain,
seperti kapas dengan kain,
mengenal diri fardhu A'in,
diri dikenal menjadi cermin,

TIADA DUA HANYA SATULAH,
YA ITULAH PANDANGAN KEPADA ALLAH,
DIRI DIKENAL TERKENAL ALLAH,
KARNA TUBUH CERMIN NYATALAH,

sebenarnya diri menjadi cermin,
dipandang hawas zahir dan batin,
rupa dan asal tiada lain,
jikalau terpandang semata tulen,

ORANG YG SUDAH MEMANDANG,
LAPAR MU PUN LENYAP SUSAH PUN HILANG,
KARNA ASYIK AKU MEMANDANG,
KEPADA TUHAN CINTA DAN KASIH SAYANG,

ramainya memandang tiada kiranya,
memuaskan rindu kasih sayangnya,
bangun tidur tiada lupanya,
akan ada nikmat padanya,

BANGUN TIDUR RASA BERMIMPI,
DIDALAM TIRAI KELAMBU SEMPIT,
TIADA MERASA SUSAH DAN SAKIT,
UMPAMA PENGANTIN TIDUR BER0LET,

ramainya berolet kelama lamaan,
rasa pengantin selawas lawasan,
bangun tidur minum dan makan,
puaslah hati bersama samaan

ITULAH TANDA ORANG MENDAPAT,
MISRA DITUBUH MERASA LEZAT,
MAKAN BERTAMBAH HATINYA HEBAT,
SEMINGGU MENGAKAR TULANG DAN URAT,

bersihkan olehmu akal dan fikir,
supaya yg ghaib menjadi zahir,
misra ditubuh zauk menggetir,
memandang tuhan terlalu hampir,

JADIKAN HATI KHUSUK DAN YAKIN,
MEMANDANG HAWAS ZAHIR DAN BATIN,
DENDAM RINDU SERTA KEPINGIN,
JANGAN DIKENANG UJUD YG LAIN,

kalau cinta dan kasih sudah tertanam,
itulah ulun dan ikam,
karna memandang ismul A'ayan,
taruh rahasia hati didalam,

TARUH RAHASIA DIDALAM HATI,
TAK BOLEH LAGI DISEBUT SEBUTIR,
KARNA PERJALANAN SEMPURNA PASTI,
ITULAH PAKAIAN SAMPAI MATI,

janganlah kita berhati takut,
jalan sempurna kita menuntut,
zahir tuhan yg mahfuz,
jikalau hakikat sudah meliput,

KALAU HAKIKAT SUDAHLAH YAKIN,
GERAK DITUBUH TIADA LAIN,
PANDANG DIRIMU JADIKAN CERMIN,
SUPAYA TAMPAK ZAHIR DAN BATIN,

YG DI FANAKAN YAITU DIRI,
HANYALAH TUNGGAL ALLAH SENDIRI,
TETAPKAN HAKIKAT SUDAH BERDIRI,
KEMANA LAGI MAU MENCARI,

kemana lagi mencari tuhan,
zahir di diri zahir di badan,
jangan dicari kiri dan kanan,
yg sudah ada didalam badan,

DIDALAM BADAN SUDAH MENDAPAT,
SUDAH MERASA SUDAH MELIHAT,
CUKUP KETERANGAN TAK MAU SESAT,
KENAPA JUA MELEPAS CEPAT,

kenapa jua maka melepas,
rupanya memandang belumlah hawas,
kurang akal memberi maras,
sebab mengikut habar huwas huwas,
[11/9 20.13] AbiePrayitno: RAHASIA ASAL MANUSIA"

Suatu Turun Kepada Bapak MADI namanya.

Selagi Didalam Kalam MANIKAM namanya.

Tatkala  Menghunjam NUTHAH namanya.

Tatkala terhenti LAHUT namanya.

Sewaktu berdiri lurus ALIF namanya.

Sesudah lengkap itu KUN namanya.

Tatkala terhantar salam MUKMIN namanya.

Dan Sewaktu Keluar Ia Dari Rahim Ibunya SULTONIAH namanya.

Dan Tatkala ia  Menangis DALILNYA ALLAH.

Dan Setelah tahu ia BERKATA~KATA AHMAD NAMANYA

Dan Setelah ia dapat Berjalan MUHAMMAD Namanya.

Dan Setelah ia Sempurna RASULULLAH Namanya.

Maka sempurnalah ROH IDHAFI Namanya.

INILAH YG DINAMAKAN PERMULAAN DAN KESUDAHAN MUHAMMAD

MAKA DIKATAKAN RASULULLAH KRNA RAHASIA KPDA ALLAH

BERMULA TATKALA RAHASIA ITU SEHARI~SEMALAM DIDALAM RAHIM IBUNYA HU~HU PUJINYA

TATKALA RAHASIA ITU 3 HARI~3 MALAM DIDALAM RAHIM IBUNYA SUBHANALLAHI PUJINYA, ARTINYA SUCI SENDIRINYA

TATKALA RAHASIA ITU 40 HARI~40 MALAM DIDALAM RAHIM IBUNYA ALHAMDULILLAHI PUJINYA, ARTINYA ZAT ALLAH PUJINYA

TATKALA RAHASIA ITU 3 BULAN DIDALAM RAHIM IBUNYA ALLAHU AKBAR PUJINYA, ARTINYA MAHA BESAR SUDAH MELIPUTI SEKALIAN ALAM

TATKALA 9 BULAN DIDALAM RAHIM IBUNYA LA ILAHA ILA ALLAH PUJINYA,

INILAH HAKIKAT MANUSIA YG DIKATAKAN DIRI"
[11/9 20.13] AbiePrayitno: Ya alloh wahai yg banyak pemberianya wahai yg maha kekal penyatuanya.wahai yg maha elok perbuatanya,wahai yg maha pemberi rezki pd hambanya dlm segala hal,wahai yg maha tiada bandingan segala ciptaanya tanpa contoh dgn keabadianya yg tidak binasa berubah sedikitpun.selamatkan kami dari segala bahaya kekufuran dan kesesatan atas haq yg terkandung didalam kalimat
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh sekiranya keimananku dimasuki syak wasangka atu keraguan terhadapmu sedangkan aku tidak mengehtahui atu mngehtahui maka aku bertaubat dan berserah diri kepadamu dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh seandainya keselamatanku bercampur kekufuran tanpa aku mngehtahui sebabnya atu mngehtahui sebabnya maka aku bertaubat berserah diri kepadamu dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh jika didalam ketauhidanku dimasuki rasa bimbang dan ragu terhadapmu sedangkan aku mngehtahui atau tdk mngehtahuinya maka aku bertaubat dan berserah diri kepadamu dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh jika ada rasa sombong takbur riya dan sum'ah yg menonjolkan diri dan kekurangan didalam amal perbuatanku bagi dirimu yg masuk kedalam hatiku sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui maka aku bertaubat berserah diri dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh seandainya sifat dusta pengumpat mengadu domba dan pembohong berlaku melalui mulutku sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui lalu aku bertaubat berserah diri dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh sekiranya didalam hatiku terlintas rasa was was sedangkan aku mengehtahui atu tdk mngehtahui maka aku berserah diri dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMDULRASULUALLOH

Ya alloh seandainya rasa menyerupakan dan lalai masuk kedalam marifatku kepadamu sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui maka aku berserah diri dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh seandainya rasa nifaq dosa dosa besar dan kecil masuk ke dalam hatiku sedangkan aku mengehtahui atu tdk mngehtahui maka aku berserah diri dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

Ya alloh kejahatan kejahatan yg telah daku perbuat sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahuinya yg masuk dihatiku lalu aku bertaubat berserah diri dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

Ya alloh sekiranya sifat riya'masuk kedalam amal perbuatanku dan perkataanku sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui maka aku berserah diri dengan mengucapa
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh kebaikan kebaikan yg engkau kehendaki lalu aku tdk mensyukuri
sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui lalu aku berserah diri dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh hal hal yg telah engkau takdirkan kepadaku lalu aku tdk bergembira atu tdk menerimanya sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui maka aku berserah diri dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

YA alloh kenikmatan2 yg telah dikau berikan kepadaku lalu aku salah gunakan derhaka kepadamu sedangkan aku mngehtahui atu tdk menghtahui lalu aku berserah diri dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh berfikir didalam kekuasaanmu yg dikau ciptakan terhadapku lalu aku menutupi mata sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahuinya lalu aku berserah diri dengan mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH

ya alloh jika perbuatan2ku yg ku lakukan sepanjang umurku tidak engkau redhai sedangkan aku mngehtahui atu tdk mngehtahui lalu aku berserah diri dgn mengucap
LAA ILLAHA ILLALLOH
MUHAMMADULRASULUALLOH
ameen allohul haq!
[11/9 20.14] AbiePrayitno: ASALAMUALAIKUM WR,WB

“ A L H A M D U “

    ﺍ  = Hakekat niat = Subuh = Syahadat = Rahasia = Nabi Adam = Innashalati = Qulhuawallahu ahad.

    ﻞ = Hakekat berdiri = Dzohor = Sholat = Dzat = Nabi Ibrahim = Wanusuki = Allahussamad.

    ﺡ = Hakekat ruku = Ashar = Puasa = Sifat = Nabi Nuh = Wamahyaaya = Lamyalid walamyuulad.

    ﻡ = Hakekat sujud = Magrib = Zakat = Asma = Nabi Musa = Wamamaati = Walamyaqullahu.

    ﺪ = Hakekat duduk antara dua sujud = Isa = Haji =Af’al = Nabi Isa = lillahi rabbil alamin = Qufuan ahad..
ALHAMDU = Nur Muhammad = Sumber segala kejadian Alam ini.
Telah diisyaratkan dalam Al-Quran dengan kata “Nurun ala Nurin” = Nur yang hidup dan menghidupkan.
(Maksudnya : Nur yang di Agungkan dan dibesarkan di Alam semesta ini, yang hidup dan maujud pada tiap-tiap yang hidup dan yang ujud di Alam semesta).
Inilah Kebesaran Hakekat Muhammad yang sebenar-benarnya, yang dipuji dengan kalimah “ALHAMDU”

“ALHAMDU = Kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD”

.

Tajjalinya dalam diri yang Batin adalah :
.
ﺍ (Alif) = Al Haq = Ke-Esa-an = Kebesaran Nur Muhammad, tajjalinya = Roh bagi kita.

ﻞ (Lam) = Latifun = Kesempurnaan Nur Muhammad, tajallinya = Nafas bagi kita,

ﺡ (Ha) =  Hamidun = Kesempurnaan Berkat Nur Muhammad, tajallinya =  Hati, Akal, Nafsu Penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa bagi kita.

ﻡ  (Mim) = Majidun = Kesempurnaan Safa’at Nur Muhammad, tajallinya = Iman, Islam, Ilmu, Hikma bagi kta.

ﺪ  (Dal) = Darussalam = Kesempurnaan Nikmat Nur Muhammad, tajallinya = Kulit, Bulu, Daging, Urat, Tulang, Otak, Sumsum bagi kita.

.

Tajallinya pada diri yang Dzahir adalah :
.

 ﺍ  (Alif) = kepala bagi kita,

ﻞ   (Lam) = dua tangan bagi kita,

ﺡ  (Ha) = badan bagi kita,

ﻡ   (Mim) = pinggang bagi kita

ﺪ   (Dal) = dua kaki bagi kita.

Yang di-Esa-kan dengan ASYAHADU = ALHAMDU  yaitu :

.

 ﺍ  (Alif) = Al-Haq = Yang di-Esa-kan dan yang dibesarkan di sekalian Alam semesta.

ﺶ (Syin) = Syuhudul Haq = Yang diakui bersifat Ketuhanan dengan sebenar benarnya.

ﺡ (Ha) = Hadiyan Muhdiyan ilal Haq = Yang menjadi petunjuk  kepada jalan/Agama yang Haq.

ﺪ  (Dal) = Daiyan ilal Haq = Yang selalu memberi Peringatan kepada jalan/Agama yang Haq.

ALHAMDU =  “Alhayyaatu Muhammadu” = kesempurnaan tajjalli Nur Muhammad.
Bahwa :

ADAM = Nama Syariat = Nama Hakekat = Nama kebesaran bagi kesempurnaan tajjali Nur Muhammad,

MUHAMMAD =  Nama ke-Esa-an yang menghimpun nama Adam + nama Allah

Bahwa :

(Adam daminnya ‘Hu’) = (Muhammad daminnya ‘Hu’) = (Allah daminnya ‘Hu’)

Sedangkan, ‘Hu’ makna Syariat = Dia seorang laki-laki

 ‘Hu’ makna Hakekat = Esa = Tiada terbilang-bilang

.
Isyarat ‘Hu’ dalam Al-Quran :

“Huwal hayyun qayyum” = yang hayyun awal, dan tidak ada permulaannya.

“Huwal aliyyil adzim” = yang bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan lagi maha besar.

“Huwal rahmanur rahim”  = yang bersifat rahman dan rahim.

“Huwal rabbul arsyil karim” = yang memiliki Arasy yang maha mulia,

(ARASY =  Nama kemuliaan diri Nabi kita yang sebenar benarnya = Nama majazi bagi sesuatu tempat = Suatu alam gaib yang dimuliakan)  .
.
Bahwa :

Yang bernama ABDULLAH itu adalah Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu sendiri.

Abdullah = Muhamad = Penghulu sekalian Alam

Semuanya nama-nama yang mulia, dilangit dan dibumi itu adalah nama-nama kemuliaan dan kesempurnaan dari tajalli NUR MUHAMMAD itu sendiri, dan menjadi nama majazi pada tiap tiap wujud yang dimuliakan pada alam ini.
.

IsyaratNya dalam Al Qur’an :

“Wahuallazi lahu fiisamaawati wafil ardhi illahu”

“Dan Dialah yang sebenar benarnya memiliki sifat sifat Ketuhanan yakni sifat kesempurnaan yang ada dilangit dan sifat kesempurnaan yang ada di bumi”

.
“Lahul Asma’ul Husna”

“Hanyalah Dia yang sebenar benarnya memiliki nama nama yang mulia dan yang terpuji yang telah maujud pada semesta alam ini”.

Bahwa :

“Hakekat kebesaran Nur Muhammad itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :

1. Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.

(Maksudnya : Hasut pada diri kita = Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat, Tulang)

2. Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat

(Maksudnya : Malakut pada diri kita =  Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya)

3. Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka

(Maksudnya : Jabarut pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)

4. Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad

(Maksudnya : Lahut pada diri kita = Batin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)
(Maksudnya lagi : 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil.
.

Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap tiap mukmin yang ahli tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin nabi nabi dan rasul rasul dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah, namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya.
bahwa :

Muhammad itu ada dua rupa atau dua makna :

1. Muhammad yang bermakna Qadim Azali = diri Muhammad yang pertama, yang tidak kenal mati selama lamanya.
(Maksudnya :  Muhammad diri yang pertama = yang awal Nafas + yang akhir Salbiah + yang dzahir Ma’ani + yang batin Ma’nawiyah)

2. Muhammad yang bermakna Muhammad Bin Abdullah = Insanul Kamil yang mengenal mati.

(Maksudnya : Muhammad diri yang kedua = yang  bersifat manusia biasa, yang berlaku padanya “Sunnatu Insaniah” yaitu “Kullu nafsin zaikatul maut” namun jasad Nabi kita adalak Qadim Idhofi = tiada rusak, selama-lamanya di kandung bumi)

“Innallaha azza wajalla harrama alal ardhi aiya kulla azsadal ambiya”

“Bahwasanya Allah Ta’ala yang maha tinggi telah mengharamkan akan bumi menghancurkan jasad para nabi nabi”
Ingat hal dibawah ini baik-baik .
Agar pemahaman ini tidak sama seperti pemahaman yang ada pada paham-paham yang lain diluar ini, maka perlu kita tetapkan dahulu paham kita sebagai berikut :

.

1. Bahwa Nabi kita Muhammad, yang Muhammad itu adalah manusia biasa seperti kita, hanyalah dilebihkan Ia dengan derajat ke-Rasul-an.

2. Bahwa tiap-tiap manusia itu sendiri, baik pada hukum aqli maupun hukum naqli, mempunyai dua macam diri yakni Diri pertama = Diri Hakiki = Rohani, dan Diri kedua = Diri Majazi = Jasmani, Dan diri yang kedua atau diri jasmani itulah kemuliaan bagi Rasulullah maka dinamakan Insanul Kamil.

3. Bahwa diri Hakiki yang bermakna Rohani itulah yang bernama Muhammad. Dialah yang Qadim Azali, Qadim Izzati, Qadim Hakiki, itulah makna yang dirahasiakan yang menjadi ke-Esa-an segala sifat kesempurnaan yang 99.

Jalannya kebesaran wujud Roh Nabi kita itulah yang diisyaratkan oleh kalimah “Huallah” jadi makna Muhammad itu Tahkiknya adalah “Ainul Hayyat” yakni wujud sifat yang hidup dan yang menghidupkan.

Maka itu juga yang diisyaratkan dengan kalimah “Laa illaha illallah” dan yang dibesarkan dengan kalimah “Allahu Akbar” dan yang dipuji dengan kalimah “Subbhanallah walhamdulillah” dan sebagainya lagi.

Itu juga yang dipuji dengan “ALHAQ QULHAQ” oleh seluruh malaikat-malaikat Mukarrabin.
4. Bahwa diri Majazi yang bermakna Jasmani itulah yang bernama Insanul Kamil.

Muhammad majazi =  Muhammad yang kedua yang menempuh Al-Maut namun jasad Nabi itu adalah Qadim Idhofi.

Jasad Nabi kita itulah diisyaratkan oleh ayat Al-Quran “Barakallahu fii wujudil karim” = “Maha sempurnalah sifat Allah pada kedzahiran wujud yang sebaik baik rupa kejadian itu”.

Hadist Qudsi =  “ Dzahiru Rabbi wal batinu abdi” =  Kedzahiran sifat kesempurnaan Allah itu adalah maujud pada hakekat kesempurnaan seorang hamba yang bernama Muhammad Rasulullah itu. = maujud dengan rupa Insanul Kamil,

maka rupa wujud Insanul Kamil itulah yang diisyaratkan oleh Al-Quran dengan “Amfusakum” = “Wujud Diri Kamu Sendiri”.

“Wafi amfusakum afalaa tubsirun” =  “Dan yang diri kami berupa wujud insan itu apakah tidak kamu pikirkan”. = yang menjadi diri hakiki atau diri pertama pada insan itu.

Pada hakekatnya “diri kedua” adalah kebenaran dan kesempurnaan Roh Nabi kita yang bernama Muhammad itu semata mata,

(Maksudnya : Diri kedua = Insan yang kedua = Rupa Muhammad yang nyata = yang Nasut = Kebenaran Roh Nabi kita yang bernama Muhammad yang diisyaratkan oleh Al-Quran)

“ALLAHU NURUSSMA WATIWAL ARDHI”  = Kebenaran Nur Allah itu ialah Maujud di langit dan dibumi.

“NURUN ‘ALA NURIN” = Nur yang hidup dan yang menghidupkan atas tiap tiap wujud yang hidup pada alam ini,

Isyarat perkataan 4  sahabat Rasulullah :

.
Saidina Abu Bakar Siddik r.a.

ﻮﻤﺎﺮﺍﻳﺖ ﺷﻳﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻳﺖﺍﷲ

(Tidak aku lihat pada wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah semata mata DAHULUNYA)

Umar bin Khattab r.a :

“Maa ra’aitu syaian illa wara’aitullahu ma’ahu”

(Tidak aku lihat pada wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah Ta’ala semata-mata KEMUDIANNYA)

Usman bin Affan r.a :

ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺘﺒﻳﺎ ﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻤﻌﻪ

(Tidak aku lihat pada wujud sesuatuhanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta’ala semata-mata BESERTANYA)

Ali bin Abi Talib r.a :

ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺷﻴﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻓﻴﻪ

(Tidak Aku lihat pada wujud sesuatu hanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta’ala semata-mata MAUJUD PADANYA).

……………..  Itulah isyarat-isyarat ayat Al Qur’an ……..

.

“Wakulli hamdulillah sayurikum aayaatihi faakhiru naha”

“Dan ucapkanlah puji bagi Allah karena sangat nampak bagi kamu pada wujud diri kami itu sendiri, akan tanda tanda kebesaran Allah Ta’ala, supaya kamu dapat mengenalnya”

Sabda Nabi Muhammad saw :

“Mamtalabal maula bikhairi nafsihi fakaddalla dalalam baida”

”Barang siapa mengenal Allah Ta’ala diluar dari pada mengenal hakikat dirinya sendiri., maka sesungguhnya adalah ia sesat yang bersangat sesat.

Karena hakekat diri yang sebenarnya, baik rohani dan jasmani tidak lain adalah wujud kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD itu semata-mata.

Maka apa-apa nama segala yang maujud pada alam ini, baik pada alam yang nyata dan alam yang gaib adalah semuanya nama majazi bagi kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD.

Adapun makna Syahadat itu adalah :
“ASYHADUALLA ILAHA ILLALLAH”

Naik saksi aku bahwasanya Rohku dan Jasadku tidak lain, melainkan wujud kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD semata-mata.
“WA ASYHADUANNA MUHAMMADARRASULULLAH”

Dan naik saksi Aku bahwa hanya MUHAMMAD RASULULLAH itu tiada lain, melainkan wujud kebenaran tajalli NUR MUHAMMAD yang sebenar benarnya.

Maka kesempurnaan Musyahadah, Murakabah, dan Musyafahah, yakni ke-Esa-an pada diri yaitu pada keluar masuknya Nafas..

Tidak ada lagi “LAA”

Tetapi hanya “ILLAHA”

Tidak lain Nafsi ”ILLAHU”

Melainkan wujud kebesaran NUR MUHAMMAD semata mata.

Seri 4

[11/9 20.15] AbiePrayitno: HAKEKAT SEMBAHYANG ( Sholat )
sembahyang itu bukan sekali-kali berarti :
Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata.Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya : kecuali Hak Allah semata.
Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72

    Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu.

Artinya :

    “sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”

Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :

    “Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”

Yang berarti :

    Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan.

HAKEKAT SEMBAHYANG ( Sholat )
Berdiri menyaksikan diri sendiri, kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya diri bathin (Allah) dan diri zahir kita (Muhammad) adalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT.
Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu :

    Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)

Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra’ dan mi’raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillah artinya : segala puji bagi Allah
Apa yang di puji  adalah :

    Zat          (Allah) 
    Sifat       (Muhammad)
    Asma’    (Adam)
    Af’al      (Manusia)

Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri.
Karena bila manusia dapat mengenal dirinya, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Allah.
Hadits Qudsi :

    “MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU”

Artinya :
Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah

    ALIF       ITU ARTINYA    : NIAT SEMBAHYANG
    LAM       ITU ARTINYA     : BERDIRI
    HA          ITU ARTINYA     : RUKU’
    MIM      ITU ARTINYA      : SUJUD
    DAL        ITU ARTINYA     : DUDUK

atau bisa juga kalau di kias lagi jadi Empat :

    Berdiri  (alif=jalalullah),
    Rukuk   (lam awal=jamalullah),
    Sujud    (lam akhir=kaharullah),
    Duduk   (haa=kamalullah),

menjadi nasar api, angin, air dan tanah dlm diri kita
Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkata ini diambil dari peringatan ketika sempurnanya roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam AS. Adam AS. Pun berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
Dalam sembahyang harus memenuhi 3 syarat :

    1. Fiqli (perbuatan)
    2. Qauli (bacaan)
    3. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu)

MENGAPA KITA SEMBAHYANG SEHARI SEMALAM 17 RAKAAT :
Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :

    Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah

1. AH  itu menandakan sembahyang subuh…….”2”rakaat yaitu…Zat dan Sifat
2. ALLAH itu menandakan sembahyang Zohor “4” rakaat yaitu :Wujud,Alam,Nur dan Syahadat.
3. MUHAMMAD itu menandakan sembahyang Asar “4” rakaat yaitu : Tanah,Air,Api dan Angin.
4. ADAM itu menandakan sembahyang Magrib “3” rakaat yaitu :Ahda,Wahda,dan Wahdia.
5. HAWA itu menandakan sembahyang Isya “4” rakaat yaitu : Mani,Manikam,Madi dan DI.

MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG
Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah.
Dua kalimah syahadat pada :
1. Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia)
2. Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH
3. Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA
4. Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD
5. Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD
MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG

    Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang.

Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati :
Niat sbb :

    “aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.”

Dalilnya :
1. LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI
Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya)

    2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH

Artinya :  Tidak Syah Sholat Tanpa Mengenal Allah

    3. WAKALBUL MU’MININ BAITULLAH

Artinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah

    4. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ

Artinya :  Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu

    5. IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADU’U

Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi)

    6. AKI MIS SHALATA LI ZIKRI

Artinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145)
Sedangkan :
1. Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang
2. Tahayat ialah merupakan hati sembahyang
3. Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan
HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT
Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT
Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu :
1. Bulu
2. Kulit
3. Daging
4. Darah
5. Tulang
6. Lemak
7. Lendir
7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka’bah.

HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH :
“Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar.
Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu :

    1. Wujud
    2. Ilmu                       
    3. Nur
    4. Syahadat

Perkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat.

Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji.

DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT.
Hakekat zakat dalam shalat ialah :
Mengandung makna “ Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT.
“ iiya Kanak Budu Wa iiya Kanasta’in”
Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan.

HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT :
1. Tidak Boleh Makan Dan Minum
2. Mata Berpuasa
3. Telinga Berpuasa
4. Kulit Berpuasa
5. Hati Berpuasa

HAKEKAT WHUDU ADALAH :  Ialah membersihkan diri sebelum menunaikan shalat :
Niat
Membasuh Muka
Membasuh Tangan
Membasuh Kepala
Membasuh Telinga
Membasuh Kaki
Tertib

Hakekat Niat dalam Wudhu : ialah

    “tiada wujud pada diriku hanya Allah semata”

Jadi Kita Mengisbatkan Hidup Kita, Ilmu Kita, Pandangan Kita, Penglihatan, Kuasa Kita, Kata-Kata Kita Semuanya Adalah Hak Allah Semata. (Ia Haiyun, Ia Alimun, Ia Sami’un, Ia Basirun, Ia Kadirun, Ia Maridun, Ia Mutakalimun Bil Hakki Illallah).
Hakekat Membersihkan Muka dalam wuduk ialah :
Membuang semua sifat : sombong angkuh, kemuliaan, kebesaran,yang ada pada diri manusia.

Hakekat Membasuh Tangan dalam wuduk ialah :
Membuang semua sifat-sifat aku berkuasa, aku orang kuat dan aku orang besar.

Hakekat Membasuh Kepala dalam wuduk ialah :
Membersihkan segala fikiran dari segala urusan dunia

Hakekat Membasuh Telinga dalam wuduk ialah :
Membersih segala pendengaran dari hal-hal yang tidak perlu

Hakekat Membasuh Kaki dalam wuduk ialah :
Kita harus membetulkan perjalanan kita hanya untuk satu tujuan yaitu : “Allah SWT” semata

Cara-cara sholat mengikuti syarat dan rukunya.

1.  1.    Cara-cara sholat mengikuti syarat dan rukunya.
Adapun yang dikatakan sholat mengikuti syarat dan rukunnya adalah dengan kita mendirikan sholat dengan mengikuti syarat dan rukun sesuai yang ditetapkan oleh syariat.
Disini tidaklah perlu untuk saya jabarkan satu persatu, tetapi  kita batasi hanya tentang beberapa perkara didalam sholat yang penting-penting saja yang harus kita perhatikan benar-benar tentang aturan dan caranya, juga perbuatan didalam sholat itu sendiri, diantara perkara-perkara yang akan kita bahas disini adalah :
NIAT
Adapun niat itu terkandung didalam, ta’arat, ta’awut, dan ta’ayin dan niat ini hendaklah muncul pada ujung hati kita dan terus ditindak lanjuti dengan perbuatan,
Jadi niat bisa disimpulkan adalah :
Terlintas sesuatu dihati dan terus dilakukan dengan perbuatan apa yang terlintas dihati tersebut dan tidak berpaling pada perbuatan yang lain.
Niat sholat ini kita lafazkan didalam hati kita dan katakanlah :

    Niatku sholat menyaksikan diriku karena Allah s.w.t. semata-mata.

Ketika melafazkan niat kita ini, kita hendaklah berdiri persis ditempat sujud kita, berniat langkahkan tiga tapak langkah mundur kebelakang  yaitu kearah tempat sembahyang tersebut dan qiamlah untuk teruskan aturan sembahyang.
 BERDIRi
Yang dinamakan qiam itu adalah kita berdiri di atas tempat sembahyang, dada tegak ke arah Baitullah (kiblat), jarak di antara kaki kiri dengan kaki kanan adalah sejengkal lurus dan kedua tapak kaki hendaklah lurus ke arah Baitullah, tangan kita lurus dan tegak menghadap kiblat, mata zahir kita hendaklah memandang ke tempat yang hendak kita sujud, bebaskan diri kita dari segala hal keduniawian dan seterusnya takbirlah ( Allahu Akbar ) posisi dada kita.....semoga mendapat petunjuk.
[11/9 20.16] AbiePrayitno: "Jika Tuhan membukakan untuk pintu makrifat jangan kau pertanyakan amalanmu yang sedikit. Allah membukakan untukmu pintu makrifat karena Dia ingin memperkenalkan Diri-Nya kepadamu, memberimu karunia-Nya, mendekatimu, dan memperlihatkan sifat-sifat dan Asma-Nya untukmu. Makrifat merupakan anugerah-Nya untukmu, sedangkan amalanmu adalah persembahan untuk-Nya. Tentu, persembahanmu tidakakan sebanding dengan anugerah-Nya." #perjalanan yang diperjalankan. Terimakasih kkanda Dedi Desika, bpk Surya Insan, bpk Kari digantiang, bpk Udo Ma'e, Hämidäh Hässän Bäsri, Indra Sanjaya, kkanda Herry Ahmad Aldzikri, Kanda Ahli Jahanam. Atas suportnya.. Amal ibadahsedikit diiringi dengan makrifat lebih baik daripada amal ibadah yang banyak tanpa makrifat.
[11/9 20.17] AbiePrayitno: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٢٥٧)
Allah pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari al-zhulumât(gelap) kepada al-nûr(cahaya). Dan orang-orang kafir, pemimpin-pemimpin mereka ialah al-thâghût, yang mengeluarkan dari al-nûr(cahaya) kepada al-zhulumât(gelap). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

(S:Al-Baqarah:257).
[11/9 20.18] AbiePrayitno: "Jika kau yakin bahwa kau akan sampai kepada-Nya hanya setelah lenyapnya semua keburukanmu dan sirnanya semua hasratmu, kau selamanya tak akan sampai kepada-Nya. Akan tetapi, jika Dia menghendakimu sampai kepada-Nya, Dia akan menutupi sifatmu dengan sifat-Nya dan watakmu dengan watak-Nya. Dia membuatmu sampai kepada-Nya dengan kebaikan yang diberikan-Nya kepadamu, bukan dengan kebaikan yg kau persembahkan kepada-Nya."
[11/9 20.20] AbiePrayitno: JIKA ENGKAU MENGAKU CINTA, maka bersholawatlah

JIKA ENGKAU MENGAKU CINTA, maka kasihilah sang yatim dan dhuafa

JIKA ENGKAU MENGAKU CINTA, simpanlah senyuman rasulullah di hatimu

JIKA ENGKAU MENGAKU CINTA, hiduplah dengan mahabahmu pada kemuliaan rasulullah

JIKA ENGKAU MENGAKU CINTA, maka sholawat mu adalah diam mu, sholawat mu adalah tangis mu, sholawat mu adalah pengakuan mu

LAILAHAILALLAH muhammad RASULULLAH

La ana illa hu
.

·
TERKUJUR KAKU TAK BERDAYA HIDUP DALAM KEGELAPAN

TAK BERCELAH SEDIKITPUN PINTU KEL0PAK MATA MELIHAT SECERCAH CAHAYA LAKSMANA MATAHARI BERPIJAR

HENIN, KELAM, SEPI, SUNYI SENYAP, mengikis, mencincang kulit dan daging-daging tubuh saat roh berbondong-bondong merajuk pergi sejenak dari dunia fana ini

BERJALAN SAAT PANGGILAN JIWA MEMANGGIL DALAM DUNIA AKHIR DARI KEHIDUPAN

BERDIRI S0S0K BERWAJAH SAMA, cerah merona subhanallah TAK BISA DIUKIRKAN DENGAN KATA-KATA

DUDUK DIATAS keEmpukan yg tak pernah dirasakan, lalu SEGOR0MB0LAN PENGHUJAH AGAMA DATANG DENGAN BERBAGAI MACAM PERTANYAAN MENYERANG:

siapakah TUHAN MU ??
Siapakah NABI MU ??

Menatap sejenak perhitungan-perhitungan dari segala yg terjadi dalam dunia nyata....

TERSENTAK TERASA DETAK JANTUNG BERGEMA TERBANGUN DARI PERJALANAN TIDUR YG PANJANG

MEMBAWA PESAN DAN KESAN YG LEBIH BERMAKNA DARI APA YG PALING BERMAKNA DI DUNIA INI
[11/9 20.20] AbiePrayitno: ''katakanlah,perhatikan apa yang ada di Langit dan di Bumi,
dan di ciptakanNya penuh dengan HIKMAH

berfikirlah akan Nikmat Nikmat Allah yang telah tercipta atas kemauan yang mempunyai maksud

"Ilahi anta maksudi waridhoka anta mathlubi''

Hati adalah Al'quran yang berjalan dalam aliran darah
yang akan membuka kunci Hijab akan Harta yang tersembunyi dari-NYA...

''Aku perlihatkan kepada mereka Nikmat tanda tanda kekuasanKU,
tanda tanda kebesaranKU...

''Api terbit dari DIRI yg bathin berhuruf ALIF bernama ZAT rahasia hurufnya ..
''Angin terbit dari DIRI yg bathin berhuruf LAM bernama SIFATnyawa pada nafas kita..
''Air terbit dari DIRI yang bathin LAM AKHIR bernama ASMA, hati pada kita..
''Tanah terbit dari DIRI yg bathin berhuruf HA bernama Af'AL ,tingkah laku kita..
[11/9 20.22] AbiePrayitno: ZAHIRNYA MANUSIA itu melalui AIR MANI yg ALLAH ciptakan lengkap dengan JASAD yg MATI yg menjadi HIDUP apabila ada NYAWANYA NYAWANYA inilah ULUL AMRI yg bernama RUHUL QUDDUS atas RUH AL QUDSI yg menjaganya KUATNYA jasad atau MANUSIA karna kuatnya NYAWA kuatnya NYAWA krna ia ialah MALIKUL QUDDUS yakni ZAT ALLAH yg sedia ada didalam DIRI MANUSIA itu JASAD itu bergerak karna KUDRAT ALLAH dan tiada sebiji zahrah sekalipun KUASA MANUSIA melainkan KUDRAT ALLAH semata~mata kenapa MANUSIA itu tidak mau PERCAYA,? Firman Allah: DIA TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA DARI AIR MANI (sperma), TIBA-TIBA IA MENJADI PEMBANTAH YG NYATA (Qs. An-nahl 16:4)"!!

Seri 3

[11/9 20.23] AbiePrayitno: WUJUD

WUJU DU KA ZAHRU WALA YUQA MU BI HI ZAHBU
Barangsiapa mengadakan DUA WUJUD jadi SYIRIK

ANA WUJU DA HU
Ada kita dengan DIA

WA NAF SUHU
Ada DIA dengan sendirinya.

Adapun WUJUD itu AIN ZAT artinya kenyataan kerana lafaznya dibaca itu wujud maknanya ZAT. Ini adalah kerana Wujud itu ADA. Maka yang ADA itu ZAT. Maka tiada diperoleh dengan lafaz yang lain daripada Wujud itu kerana wujudnya itu menyatakan Zatnya. Maka disebabkan itu dikatakan AIN ZAT namanya.

Adapun Wujud itu artinya ADA. Apa yang dikatakan itu ada.
Yang dikatakan itu ialah ZAT.

Adapun Wujud ini ditilikkan pihak lafaznya SIFAT dan jika ditilik pada maananya ZAT dan apa yang dikatakan lafaz itu kerana bacaan itu Wujud ada ZAT. Inilah maananya.

Adapun WUJUD DIRI SENDIRI berdiri dengan ZAT. Apa sebab dikatakan Wujud itu berdiri dengan Zat ? Sebab lafaz wujud itu ada manakala yang ADA itu ialah ZAT.
Barangsiapa menyembah NAMA TANPA MAANA bahawasanya ia KUFUR

Barangsiapa menyembah MAANA TANPA NAMA bahawasanya ia MUNAFIK

Barangsiapa menyembah NAMA DAN MAANA dengan HAKIKAT MAKRIFAT mereka itulah MUKMIN sabenar benarnya t

Barangsiapa meninggalkan NAMA DAN MAANA bahawasanya mereka itulah ARIFBILLAH......................
[11/9 20.25] AbiePrayitno: Aku tidak memberi peringatan pd manusia lain melainkan diriku sendiri pujian ku hanya pd diriku sendiri khabaran ilham pedoman hanya diriku sendiri
Aku di rahsiakn apabila langit terbelah terdapat ungkaian dibalik sana.hanya diriku yg di ketahuinya..aku membawa pada badan sendiri menguatkan alam jasmani yg dirajai ruh idhafi inilah yg tunggal pada satu2nya didalam alam diri.
aku telah mengenal kata rosa pahit didalam bayangan tuhan tetapi itu adalah perilaku alquran sejati yg didalam diri.ramai manusia ditakuti dgn kata2 keras didalam alquran itu sendiri tetapi sayangnya dia tidak menjadi aku akuanya didalam diri.hanya menjadi demensi kepada orang lain.
Aku ini lah yg sesungguhnya yg memuji pd diriku sendiri kalimah hidup diawal hingga pengakhiranya.
[11/9 20.26] AbiePrayitno: Bismillahirrahmanirrahim,

RANGKUMAN BISMI

huruf ALIF ,BA,SIN DAN
MIM.
1.MENERANGKAN
HURUF ALIF Huruf Alif didalam lafadz
Bismillah sebenarnya Alif
Ahadiyah. Dan disebut
juga Alif dzatul wahid. Alif sebagai tanda adanya
alam Ahadiyah,yaitu
tanda adanya dzat
sejati. Dan sebagai bukti nyata
hanya ada Allah semata
tidak ada yang lainnya.
Yang mempunyai Cahaya
Kehidupan. Yaitu Hidup yang
Menghidupi yang disebut
Banyu Nur Alif (Air
Cahaya Alif) atau disebut
juga dengan Banyu sejati
(Air Sejati) atau Ratu Ning Banyu (Penguasa
Air). Dan juga dinamakan Allah
Yang Hidup atau Satu
Rupa Yang merupakan
tempat Menyatunya
antara Hidup dan Mati.
Didalam alam ini masih berupa wujud mahdhi /
wujud dzat sejati/ wujud
tunggal, hidup tunggal,
rasa tunggal ,belum ada
yang lainnya dan disebut
LATA'YUN ,yaitu Dzat yang wujud dengan
sendirinya tanpa ada
yang mewujudkan,hidup
sendiri tanpa ada yang
menghidupkan. Dalilnya terdapat didalam
kitab suci Al Qur’anul
Karim , "Qul huwallahu
ahad" artinya Katakanlah
Wahai Muhammad kepada
seluruh umat,kalau sebenarnya Allah SWT
adalah dzat tunggal,rasa
tunggal/Esa yang
menjadikan alam dunia
dan seisinya .

2.MENERANGKAN
HURUF BA' Huruf Ba didalam lafadz
Bismillah menunjukkan
adanya alam Wahdah.
Adanya alam wahdah
menunjukkan sifat sejati. Dan disebut Sejatinya
Muhammad. atau Hakekat
Muhammadiyah. Dan juga disebut
nyatanya Dzatullah,
adanya sejati Nurullah,
dan disebut sejatinya Nur
Muhammad, dan nyata
kenyataannya Allah yang telah menjadikan seluruh
alam dunia. Jadi harus mengertilah
bahwa Alif didalam lafadz
Bismillah adalah yang
menjadikan semua hidup
dan semua ruh . Sedangkan huruf Ba'
yang menjadikan wujud
nyata semua alam Oleh karena itu hidupnya
semua alam dunia
dikarenakan adanya Alif
(Bathin) dan Ba (Dhohir)
didalam lafadz Bismillah.
Karena itu Alif dan Ba didalam lafadz bismillah
itulah yang menjadi
BAPAK dan IBU seluruh
Alam dunia. Dan Alif lafadz Bismillah
itu disebut Nurullah
sedangkan Ba lafadz
Bismillah itu disebut
sejatinya Nur
Muhammad .Kemudian Nurullah dan Nur
Muhammad menyatu
menjadi satu kesatuan
yang tak terpisah
sehingga tidak dapat lagi
dibedakan. Didalam kehidupan nyata
berkumpulnya Nurullah
dan Nur Muhammad
disebut sebagai
kumpulnya antara pria
sejati dan wanita sejati yang disebut sebagai Nur
Ma’an. Dalilnya ada didalam kitab
suci Al-Qu’anul Karim :
"Nuurun ‘ala nuurin
yahdillaahu linuurihi man
yasyaau yakhribullaahul
amtsaala linnaasi wallaahu bikulli syaiun
‘aliim." Dengan adanya Nur
tersebut,sebenarnya
Allah SWT ingin
memberitahukan kepada
semua makhluk ciptaan-
Nya dan agar manusia mengetahui bahwa
sebenarnya DIA maha
mengetahui terhadap
semua ciptaan-Nya.

3.MENERANGKAN
HURUF SIN Huruf Sin didalam lafadz
Bismillah itu menunjukkan
adanya alam wahidiyat,
yaitu adanya ilmu yang
tiga dan Asma yang tiga
pula. Yang disebut dengan ilmu
yang tiga adalah : -Ahadiyat, -Wahdat, -Wahidiyat. Dan yang disebut Asma
yang tiga adalah : -Allah, -Muhammad -Adam. Sesungguhnya Allah SWT
adalah Dzat Sejati,
Muhammad adalah Sifat
Sejati, dan Adam adalah
Asma Sejati ,yaitu
nyatanya Rasul. Rasul adalah Nur yang
hidup dari Nurullah yaitu
nyatanya Adam.
Dan Adam yang menjadi
Bapaknya semua manusia
dibumi ini.

4.MENERANGKAN
HURUF MIM Huruf Mim didalam lafadz
Bismillah menunjukkan
adanya Roh Idhafi. Dan
Roh Idhafi menyatakan
adanya manusia sejati,
dan menunjukkan adanya af’al sejati. Rangkaian Huruf Sin dan
Mim menunjukkan adanya
Alam Arwah ,Alam Misal,
Alam Ajsam dan Alam
Insan Kamil , yaitu
nyatanya Asma Allah yang merupakan asma
dzat mutlak. Nyatanya Muhammad
adalah sebagai pengganti
dzat yang nyata. Sehingga sejatinya Allah
adalah Dzat nyata yang
diwujudkan didalam
Muhammad.
Dan disebut dhohirnya
Muhammad tetapi Hakekatnya ALLAH atau
Nyatanya Allah Ta’ala. Nyatanya Muhammad
yaitu nyatanya Alam
Ajsam yaitu nyatanya
asma rasul dan rupanya
Adam Idhafi. Yang menjadi badan dan
nyawa / Rasa Tunggal. D
an bagi yang mengetahui
arti dua kalimat
syahadat berarti sudah
mengerti sejatinya Allah dan mengerti sejatinya
Muhammad, mengerti
sejatinya zahir dan
mengerti sejatinya
bathin,yaitu zahirnya
nabi bathinya wali,zahirnya Muhammad
bathinya Allah. Dan disebut jasad
Muhammad hidupnya
adalah Allah. Dan yang
sudah mengerti sejatinya
badan dan mengerti
sejatinya hidup,yaitu nyata sejatinya bapak
dan ibu. Sifat Jalal itu Nurullah
yaitu lanang ( Pria).
sejati dan sifat Jamal itu
Nur Muhammad yaitu
wadon(Wanita) sejati .
Sifat Jalal itu kuasa mengeluarkan besi. Sifat
Jamal itu kuasa
mengeluarkan batu. Bercampurnya besi dan
batu menjadi api.
Ibaratnya api itu adalah
bercampurnya raga dan
hidup/jasad dan ruh . Dan tidak akan ada anak
kalau tidak ada ibu dan
bapak..
Dan tidak akan ada
Wahidiyah kalau tidak
ada Ahadiyah dan Wahdah. Jadi Ahadiyah melahirkan
Wahdah,Wahdah
melahirkan Wahidiyah,
Wahidiyah melahirkan
semua alam yang
lainnya . Ahadiyah maqamnya dzat
Wahdah maqamnya sifat
Wahidiyah maqamnya
asma semua yang ada
dialam maqamnya Af’al
dan tidak mungkin ada af'al bila tidak ada asma. Tidak ada asma kalau
tidak ada sifat ,sebab
semua af'al , Asma, Sifat
adalah hakekatnya Dzat. Jadi apabila hamba sudah
bisa fana’ Dzat dan
fana’ Sifat serta fana’
Af’al, akan bisa Kamal. Kalau sudah bisa Kamal
akan bisa Qohar.
yaitu keadaan zahir dan
bathin sudah bisa kumpul
menjadi satu . Makanya kamu harus
mengerti berkumpulnya
antara jasad, roh, rasa
Allah yang mendalam itu
Umpamanya bercampurnya
Pria dan wanita. itulah hakikat pada kenyataannya.
[11/9 20.26] AbiePrayitno: AKU

Siapa  AKU ..?  Perlukah kita mencari AKU..? Pentingkah AKU..? AKU adalah diri yang  sebenar-benar diri. AKU adalah ROHULLAH yang datangnya dari ZATULLAH.  Dan Menyatakan akan UJUDULLAH, AKU lah yang dinamakan AMAR ROBBI yaitu  urusan Tuhan.  AKU yang hidup datangnya dari Yang Maha Hidup yang bersifat ghaib yang  datang dari Yang Maha Ghaib… Tatkala ZATUL HAQ ingin menyatakan akan  diriNya maka DIA mentajallikan akan NUR-Nya yang dinamakan ROHULLAH atau  AKU. Kini AKU yang nyata dan AKU merupakan SIFATNYA.  “Qulir ruhu min amri robbi” Setiap Roh itu adalah urusanKu  Banyak yang mencari AKU namun jarang yang ketemu. Ini karena AKU berada  jauh didalam RASA yaitu di ALAM RASA yang mendalam…  Dimanakah AKU berada ?  Tentunya pada Badan yaitu didalam Badan Diri. Kalau ada yang mau mencari  AKU, maka katakanlah…. AKU ada tetapi tiada.., AKU tiada tetapi ada…  Ada pada Hakekat.. namun tiada pada Rupa. AKU yang tidak berupa  merupakan sumber atau daya QUDRATULLAH yang hidup lagi menghidupkan  karena AKU adalah HAYATULLAH yang berasal dari ZATULLALLAH.
[11/9 20.27] AbiePrayitno: MEMBAWA TASAWUF HENDAKLAH TENTU,
JANGANLAH HATI MENARUH GUSAR,
MA'RIFATKAN BENIH JANGAN BERTUKAR,
BAWALAH MISAL SAYYIDINA ABU BAKAR.

Ma'rifat diri biarlah mutu,
kepada benih hendaklah tentu,
nafikan segala pendengaran mu itu,
kepada dzat tuhan mu.

SABAR DAN SYUKUR ISTANA INSAN,
ITULAH TEMPAT BENIH DI DALAM,
JIKALAU HATI SYAK DAN WAHAM,
CAHAYANYA TERANG MENJADI KELAM.

Hati mukmin suci dan ikhlas,
laksana air di dalam gelas,
itulah benih yg empunya alas,
tersandar padanya tiang arasy.

DI DALAM ARASY R0H YG TENTU,
SEKALIAN YG ADA WUJUD DI SITU.

Asalnya benih tujuh martabat,
di dalam arasy disitulah tempat,
itulah rahasia hendak didapat,
qudrat iradat disitulah tempat.

KURSI BENIH IALAH ITU,
NAFAS BERJALAN SAMPAI KE SITU,
WUJUD MAKIN SADARNYA HAKIKAT,
DI DALAM MATA DISITULAH TEMPAT.

Yg jernih seperti kilat,
itulah rahasia hendak di dapat,
sandaran dzat itulah nafas,
naik dan turun tiadalah terlepas.

JANGANLAH SYAK DAN WAS-WAS,
SUCIKAN HATI SEPERTI KAPAS,
NAFAS ITU RAHASIANYA DZAT,
MENJALANKAN DAIM SERTA IBADAT.

Jika hendak membawa hakikat itu,
carilah kepada tempat yg suci,
di dalam suluh kita bersembunyi,
nafas itu janganlah bunyi.

KUNCIKAN NAFAS JANGANLAH BERLAKU,
DUDUK TAFAKUR MENGHADAP TUHAN MU,
ILLAH SAHKAN SIFAT MU ITU,
TAHANLAH NAFAS UCAPKAN "YA HU"
HEMBUSKAN NAFAS JADILAH HAQ KU. ..
[11/9 20.28] AbiePrayitno: DAHULU SEBELUM ADA ALAM SEMESTA,,,,,,,,,, YG ADA HANYA TUHAN SEMATA......... Lalu........... SETELAH ADA ALAM TUHAN NYA MENGHILANG !................ Tentu itu mustahilkan.......... TUHAN TIDAK LAGI NAMPAK,,,,,,,,,,,, MUSTAHIL ALAM DAPAT MENUTUPI TUHAN................ (Makanya Tuhan yg dulu itu ialah AKU yg sekarang ini jualah adanya)Adanya AKU menunjukan nyatanya sebutan Allah, jika tiada AKU maka tiada nyatalah sebutan Allah........

HANYA SEBAB ADANYA AKU MENYEBUTKAN KEBERADAAN ALLAH, sehingga terlihatlah seolah-olah satu dengan diriku.........

ADANYA AKU MENJADIKAN ALLAH MAKA WUJUDNYA MENUNJUKAN ADANYA DZATKU.......

ruh-ku IDHAFI ada didalam zahir maka marifat sebutanNya, HIDUPNYA TINGGAL DIDALAM HIDUP, gerak dan diam penghias keberadaanNya

Pepatah ada mengatakan:

"GENGGAMLAH DUNIA SEOLAH-OLAH KAU TIDAK MELEPASKANNYA, dan genggamlah akhirat seolah-olah kau menguasainya"
[11/9 20.28] AbiePrayitno: Hakikatnya engkau tidak mengenaliku
Jika engkau hendak mengenaliku
lihat lah alam pada dirimu
Kerana aku adalah lampiran tersurat
Lembaga adam yg lusuh..
hatiku adalah emas yg sedia memberi..
Kasih sayangku didalam pegangan AR-RAHMAN..
amalanku adalah kenyataan apa yg belum ketahui selama ini..
Disanalah aku di angkatkn pada jalan SIDRATUL MUNTAHA pada alam kesucian..
Aku pembawa watak manusia biasa untuk melengkapkan sandiwara perhubungan dunia..
Aku tidak di istimewakan dengan kemewahan
Melainkan kekayaan yg dipilih petunjuk bg orang dianugerahkanya (ilmu).
hancur lusuh pakaianku sebagai tanda kekejian atau pujian yg di istimewakan pada diriku..
Binasalah tubuhku merupakan ketulian pd diriku pada ramai manusia..
Kata-kata manusia adalah ZIKIR kepadaku..
yg baqa adalah sejatinya didalam diriku setelah aku di MIRAJ'mengetahui asal usul tentang diriku..
aku mencintai jalan yg lurus iaitu jalan AL-HAQ menampakan wajahnya tidak memakai perumpamaan..
Bilaku buka sehelaian Demi helaian dr kitab suci maka ILHAM dan WAHYU itulah PEDOMAN bg diriku.
Segumpal darah tajjlinya AL-QURAN diri
Asal jadi benih putih menjadi FIRMAN
mengalir darah mengilingi QIBLATUALLAH.

Seri 2.

[11/9 20.30] AbiePrayitno: Firman mengilingi ka'bah dan cinta tersirat dari pena syurga...

Yg dipilih diri didalam bayangan tuhanya tiada pelantara dan pemisah hanya sebagai isyarat tunggal sejatinya diri yg terjadi...

Carka alam anggotanya dan subuh menyalar akar kalimahnya yg menjadi pancang kepada yg disucikanya...

Alamat ke tasbihanya menuju kepada cinta yg sejati dan nikmat yg mendatang yg janji diyakini Dzat yg maha suci...

Permata tiada nilainya dan harta jg kepangkuan asalnya tiada dimiliki kerana hanya sebagai pelengkap dunia pd simbolik yg akan musnah...

Hati sebagai kamarnya segumpal darah yg dimuliakanya bg mencerminkan kepada manusia durjana dan yg dipilih Rasul sebagai utusan firmanya...

nikmat-nikmat telah terletaknya pd ruh yg hidup bg menjadi kesatuan pd cinta yg maha agung dan apa yg dirasa menjiwai segalanya itulah yg Haq yg tiada mati bg selama-lamanya...

Apa yg nk dikhabar diluar sana.diluar sana berada didalam ini dan didalam ini terbina diatas yg telah terjadi bg seluruh alam jagad yg meninggalkan pada jejak cahayanya...

Nur muhammad adalah firman cinta yg menjadi seonggok bayangan manusia dan tidak tercapai dari penglihatanya jg tidak tersentuh pd jari jemarinya...

Mukmin sebagai hatinya dan muhammad sebagai bangsanya berpadu menjadi kesatuan bg adanya hingga melenyap mendirikan aliff-nya...
[11/9 20.30] AbiePrayitno: 4 perkara yang perlu kamu ketahui
Pertama hendaklah KENAL DIRI kamu
Kedua hendaklah kenal NYAWA kamu
Ketiga hendaklah kenal PENGHULU kamu
Keempat hendaklah kenal TUHAN kamu
BAHAGIAN KEEMPATHendaklah ketahui akan ZIKIR PENYERAHAN NYAWA kepada Allah . Ada 4 perkara juga.
Pertama Serahkan dengan ZIKIR AF’AL yakni La Ilaha Illallah
Kedua serahkan dengan ZIKIR ASMA’ yakni Allah Allah Allah
Ketiga serahkan dengan ZIKIR SIFAT yakni Hu Hu Hu
Keempat serahkan dengan ZIKIR ZAT yakni Ah Ah Ah
BAHAGIAN KELIMAHendaklah ketahui berkenaan RUH juga 4 perkaraPertama RUH JASMANI yaitu TUBUH kita yakni DIRI TERJALLI
Kedua RUH RUHANI yaitu HATI kita yakni DIRI TERPERI
Ketiga RUH IDHAFI yaitu NYAWA kita yakni DIRI YANG TERPERI
Keempat RUH AL-QUDDUS yaitu RAHSIA kita yakni DIRI YANG WUJUD.
MUHAMMAD…………..Adapun nama MUHAMMAD itu jadi TUBUH pada kita.
Tubuh kepada Muhammad jadi NYAWA pada kita
Hati kepada Muhammad jadi NYAWA kepada kita
Nyawa kepada Muhammad jadi RAHSIA kepada kita.
TUBUH……………..

Adapun yang bernama TUBUH itu PERBUATAN yang datang daripada HATI.
Perbuatan Hati datang daripada Nyawa
Perbuatan Nyawa datang daripada Rahsia
Perbuatan Rahsia datang daripada AF’AL ALLAH.
FUAD…………….

Adapun yang bernama MATA itu ialah untuk MELIHAT dan orang yang melihat itu tempatnya pada MATA HATI pada JANTUNG.
Didalam jantung ada FUAD
Didalam Fuan ada CAHAYA
Didalam Cahaya ada RAHSIA
Didalam Rahsia itu adalah saperti Firman Allah SWT yang berbunyi :-Al Insanu Sirri…Wa Ana Sirruhu
Insan itu adalah rahsiaKu dan Akulah rahsianya.
KENAPA NAMA MUHAMMAD ? ( Rahsia Muhammad )Adapun sebab Nabi Muhammad itu bernama Muhammad kerana Kehendak Allah.
Sekalian ( Keseluruhan / Semuanya ) Alam ini terjadi kerana Muhammad saperti dinyatakan didalam Hadith Qudsi :-Sekalian jadi daripadamu Ya Muhammad dan engkau jadi daripada AKUSabda Baginda Rasul :-Aku jadi kerana Allah dan sekalian alam jadi kerana aku.....KUN FAYA KUN'
ALLAHU HAQ!
[11/9 20.31] AbiePrayitno: Apa nama tubuh kita apa nama nyawa kita????????????????

Jawab:-
Adapun tubuh kita bernama jasmani dan nyawa kita bernama rohani, maka yang bernama
rohani itu lah tubuh Muhammad, sebab itulah kita beroleh bangsa daripada tubuh
Muhammad,maka tiap2 sesuatu yang dibangsakan dengan tubuh Muhammad itu
diharamkan atas api neraka,dan sebab itulah maka tiada boleh meninggalkan sembahyang
5 waktu,nescaya putuslah bangsa itu melainkan sebangsa dengan binatang jua adanya.
Sabda Nabi SAW
Barang siapa keluar masuk nafasnya dengan tiap2 keluar masuk dengan tiada zikir
Allah,maka sia sialah ia.
Bermula nafas itu atas 2 langkah-satu naik-kedua turun,maka tatlaka naik itu sampai
kepada tujuh petala langit maka berkata ( Wan Nu rul yajri ilal ardhi pakhola Huwallah )
Dan tatkala turun sampai kepada tujuh petala bumi maka nafas nabi itu puji Allah,tatkala
masuk nafas itu namanya puji HU. Tatkala ia berhenti seketika antara keluar dan masuk
nafas namanya puji AH-AH,dan ia tidur atau mati nafas HAKH dalam,maka ingatlah
olehmu akan memelihara nafas itu,dengan menghadirkan makna ini sentiasa,didalam
berdiri,duduk dan diatas barang yang diperbuat hingga memberi bekas pada sekelian
badan dan limpahlah segala anggotanya,maka apabila tetaplah tilik hatimu maka jadilah
anggota hidup didalam 2 negeri yakni dunia dan akhirat dan bahagiakan Allah baginya
pintu selamat sejahteralah ia didalam dunia dan akhirat dianugerahkan Allah Taala
mereka itu sampai kepada martabat segala nabi dan segala muslimin dan mengharamkan
Allah Taala tubuh nya dimakan api neraka dan badan pun tidak dimakan tanah didalam
kubur,maka engkau tetaplah dengan hati wahai saudaraku pada hal jangan engkau
daripada orang yang lupa.Mudah mudahan dibahagikan Allah Taala atasmu,dengan
bersedapan hingga sampai kepada ajal kamu.
Adapun Nafas kita keluar masuk pada sehari semalam iaitu pada siang 12000 dan pada
malam 12000,Inilah bilangan jam sehari semalam 24 jam iaitu pada siang 12 jam malam
12 jam.Demikianlah juga huruf Kalimah La Ilaha Ilallah dan huruf Muhammad
Rasullullah masing2 mempunyai 12 huruf berjumlah semua 24 huruf semuanya.
Maka barangsiapa mengucap dengan sempurna yang 7 kalimah ini nescaya ditutup Allah
Taala pintu neraka yang 7 juga.
Barangsiapa mengucap yang 24 huruf ini dengan sempurna nescaya diampun Allah Taala
dosanya yang 24 jam,inilah persembahan kita kepada tuhan kita yang tiada berkeputusan
yang dinamai sembahyang Daim dan Puasa itu melakukan nafsu batin dan zahir.
Sabda Nabi SAW
( Ana min Nurrullah wal alami Nurri )
Artinya- Aku daripada Allah dan sekelian alam daripada aku,
sebab itulah dikatakan ( Ahmadun Nuril Arwah ) ertinya-Muhammad itu ibubapa sekelian arwah dan dikatakan (Adam Abu Basar ) ertinya- Bapa sekelian tubuh.
Adapun yang dikatakan sebenar benarnya fardhu itu ialah nyawa,kerna nyawa itu
memerintah kepada badan kita,jikalau digerak Allah nyawa itu bergeraklah badan kita.
Adapun Awal Muhammad itu Nurani. Akhir Muhammad itu Rohani. Adapun zahir Muhammad itu Insani.
Adapun Batin Muhammad itu Rabbani.
Adapun awal Muhammad itu nyawa oleh kita.
Adapun akhir Muhammad itu hati kepada kita.
Adapun zahir Muhammad itu rupa oleh kita.
Adapun batin Muhammad itu ujud oleh kita.
Adapun yang bernama Allah itu sifatnya.
Adapun yang bernama Sebenar-benar Allah itu zat wajibal Ujud
Adapun yang bernama insan itulah nyawa.
Adapun yang sebenar-benar insan itu manusia yang tahu berkata-kata adanya.
Maka inilah suatu risalah yang tersimpan daripada perkataan usul takhlik jalan segala
orang yang mengenal Allah Taala.............
[11/9 20.32] AbiePrayitno: LAA ILLAHA ILLA ALLAH
1.AKAL
- Diciptakan dari materi Alam barzah
- Berkedudukan pada jaringan otak
- Warnahnya Biru
- Sifatnya Dingin atau beku
- Fungsi, Berfikir, Menganalisa
- Daya jangkau sinarnya, sampai ke Alam Barzah
- Watak azali, Tunduk kepada Allah atau berpihak kepada kebenaran
.
2.NAFSU
- Diciptakan dari materi Api
- Berkedudukan pada Jakun
- Warnahnya, Merah
- Sifat, Panas
- Fungsi, semangat (penyemangat)
- Daya jangkau sinarnya, sampai kealam Jin
- Watak azali, Ingkar kepada Allah, Tamak, Sombong
.
3.HAYAT
- Diciptakan dari materi Surga (Buah khuldi) yg dimakan Adam & Hawa
- Berkedudukan pada jaringan Plasenta atau Pusar
- Warnahnya Hijau
- Bersifat, Sejuk
- Fungsi, Pertumbuhan pada jasad, mengaktifkan kerja organ tubuh, memperbaiki kerusakan pada organ tubuh, Gerak refleks, Perlindungan organ tubuh dari hal yg membahayakan
- Daya jangkau sinarnya, Sampai Alam Auliyah
- Watak azali tunduk kepada Allah
.
4.RUH
- Diciptakan dari Nur ( Refleksi Nurullah)
- Berkedudukan pada Qolbi atau Jaringan Hati
- Warnahnya Kuning ( karena teradiasi oleh Ilmu)
- Bersifat, Muthmainnah, Tenang atau Kosong
- Fungsi, Indra
- Daya jangkau sinarnya, sampai Alam malakut
- Watak azali, Tunduk kepada Allah, Keterangan Karena Allah bersifat Witir (ganjil) Maka diberikan satunya lagi agar menjadi 5
.
5.ILMU
- Bukan materi ciptaan (Refleksi Sirrullah)
- Berkedudukan, Membungkus Ruh
- Warnahnya, Bening
- Bersifat Kosong
- Fungsi, Mencipta, Merusak, Memperbaiki, Menguasai, Menyembuhkan
- Daya jangkau sinarnya, Sampai Sirrullah
- Watak azali Sifatullah
.
JIWA Sebutan dalam proses perjalanan-nya :
- Berawal dari Noktah = Roh Nabati
- Segumpal darah = Roh Jamadi
- Segumpal daging = Roh Wajdi .
- Bergerak = Roh Hayati
- Dilahirkan = Roh Hayawani
- Menyusu = Roh Nafsani
- Berbicara = Roh Insani
- Berakal = Roh Nurani
- Remaja = Roh Ruhani
- Dewasa = Roh Rahmani
- Berumur 40 tahun = Roh Jamali
- Sudah tua = Roh Kulli
- Mati (ma’nawi) = Roh Ma’nawiah
- Di dalam kubur = Roh Rabbani
- Bangkit dari kubur = Roh Illahiyah
- Mengenal salah satu dari itu = Roh Ruhul Arwah
- Semua ini mengikuti ROH IDHAFI dan terhimpun pada kalimah LAA ILAHA ILLA ALLAH
.
LA : alam ahad = kulhuwallahu ahad
.
ILAHA : alam wahdah = allahu samad
.
ILLA : alam wahidiah = lam yalid
.
ALLAH : alam ruh = walam yulad
.
MUHAMMAD : alam mitsal = walam yakulahu
.
RASUL : alam ajsam = kufuan
.
ALLAH : alam insan = ahad
.
Dulu dirimu Allah, sekarang Allah dan kembali pun kelak tetap Allah, Dan rahasia innalillahi wa ina ilaihi... nyata jika paham yang diatas,,, Tiada lagi antara kita dan Allah sirr... Kita sifat dan Aku dzat
.
1.Ahadah-Alam Lahut-Martabat Zat
2.Wahdah-Alam Jabarut - Martabat Sifat
3.Wahdiah-Alam Wahidiah - Martabat Asma
4.Alam Roh-alam Malakut-Martabat Afaal
5.Alam Misal - Alam Bapak
6.Alam Ijsan-Alam Ibu
7.Alam Insan - Alam Nyata
.
HAMBA ALLAH ITU ORANG YANG MENYADARI : Kekuatannya Kekuatan Allah, kehendaknya Kehendak Allah, pengetahuannya pengetahuan Allah, Segala apa yang dimilikinya milik Allah, termasuk dirinya, akunya, dan wujudnya, Yang hidup itu Allah, yang beraktifitas itu Allah, yang punya wujud juga Allah, Ruhnya Ruh Allah, dirinya Diri Allah, akunya Aku Allah dan Aku yang sebenarnya (Ana al-Haqq) itu Allah
.
- HANYA ALLAH YANG MENJADI KEKASIH ALLAH, HANYA ALLAH KEKASIH ALLAH YANG MENJADI KHALIFAH-NYA, HANYA ALLAH YANG RINDU ALLAH HINGGA AKHIR MASA
.
Alloohummaghfirlii khothiiatii wajahlii, wa isroofii fii amrw, wamaa annta a'lamu bihi minnii. Alloohummaghfirlii jaddii wahazlii, wa khothoii, wa 'amdi, wa kullu dzaa lika 'inndii. Alloohummaghfirlii maa qoddamtu, wa maa akhkhortu, wa maa asrortu, wa maa a'lanntu, wa maa annta a'lamu bihii minnii anntal muqoddim«, wa anntal muakhkhirw, wa annta 'alaa kulli syai ing qodiir
.
Artinya : "Ya Allah ampunilah aku yakni kesalahanku, kebodohanku, keterlaluanku dalam segala hal, serta apa pun yang Engkau lebih
mengetahuinya daripada aku. Ya Allah ampunilah aku yakni dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi, dosa yang aku lakukan dengan terang-
terangan, dan segala dosa yang mana Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau adalah Dzat yang mendahulukan, dan Engkau adalah Dzat yang mengakhirkan, serta Engkau adalah yang
mengetahui segala sesuatu.
[11/9 20.33] AbiePrayitno: PANDANGAN ARIFBILLAH

Jika engkau melihat makhluk jalan kesudahanya makhluk yg dilihat.
Jika engkau melihat syaitan jalan kesudahanya syaitan yg dilihat.
Jika engkau melihat alloh jalan kesudahanya alloh-lah yg dilihatnya.

para arifbillah tidak lg kelihatan diatas perbuatan makhluk kerana sudah berjudul di atas meliputi keberadaan alloh yg menjadi ke-esaan adanya.ia merupakan tunjang kerohaniannya melihat apa yg telah berada ke alam dirinya dan pujinya adalah pujian bg alloh kata-katanya sudah berpadu didalam kesatuan yg lahirnya daripada alloh itu sendiri.

keberadaanya dengan satu kewujudan ia merupakan kesan bg dirinya dari petunjuk sebuah qalam menjadi pena dan sebuah pena asalnya td kepada hati apa yg dilihatnya melalui pendengaran dan penglihatan di atas asma-asma bg alloh.

kesan bg dirinya apa yg di lihat pada didalamnya tempat yg tiada pemisah dan tiada berdekatan dan baginya seolah-olah merasakan dan mereka tidak ketahui apa yg dirasakan kerana binasa dirinya hanya alloh pd sesungguhnya.pada punjak itu bagi mereka adalah nikmat yg tidak boleh disuarakan dan ibaratnya orang yg merasakan kemanisan itu dan tidak boleh menceritakan pada kerupaan dan bagaimana kemanisan itu.dan itulah anugerah nikmat dari tuhannya kerana hatinya mempunyai pegangan hanya alloh diawalnya dan diakhir kehidupannya.

Berkata para arifbillah:

"Wajah itu berpaling mengadapku dan seringku menatapkan pada wajahnya dan di timur merupakan awal penghidupanku me-ma'rifatkan asal kejadianku.dan di barat pengakhiran kehidupanku terputus ma'rifat binasalah akan diriku"

Surah al-baqarah ayt 115:
WALILLAHIL MUSRIQU WA MAGHRIBU FA INNAMA TUWALLU FASAMMA WAJHULILLA INNALLOH HAWASIGHUN ALIM
Dan bg alloh timur dan barat ke mana sahaja kamu menghadapkan mukamu di situ ada wajah alloh.sesungguhnya alloh maha meliputi dang maha mengehtahui.
[11/9 20.33] AbiePrayitno: '' DEKATKAN DIRIMU KEPADA PENYAKSIAN
MAKA AKU AKAN DEKATKAN DIRIKU KEPADAMU DENGAN WUJUDKU
AKU LEBIH DEKAT PADAMU DARI URAT LEHERMU''

SETIAP YANG UJUD PASTI BERNAMA

ASAL ALLAH IALAH ZAT YANG MAHA SUCI
USUL ALLAH IALAH SIFAT

ASAL MANUSIA IALAH ROH
USUL MANUSIA IALAH HATI YANG MENJADI NILAI DI SISI TUHAN

AWAL ALLAH TIADA PERMULAAN
AKHIR ALLAH TIADA KESUDAHAN

AWAL MANUSIA ADA PERMULAAN
AKHIR MANUSIA TIDAK ADA KESUDAHAN

ZAHIR ALLAH DENGAN NAMA
BATHIN ALLAH DENGAN NAMA ROBB

RUH INSAN BERASAL DARI RUH ALLAH SENDIRI
KARENA ITULAH ALLAH BERKATA,..
AKU ADALAH RAHASIA INSAN
DAN INSAN ADALAH RAHASIAKU

KU TIUP RUHKU DAN RAHASIA INSAN ITU ADALAH SIFATKU
TIDAK LAIN DARIPADA ZAT-KU...

DIRI KITA INI ,TERDIRI JASAD DAN RUH
JASAD INI BERASAL DARIPADA ADAM
DAN ADAM DARIPADA NUR MUHAMMAD

"AKU SUKA MENGENAL DIRIKU,..
LALU KU JADIKAN MAKHLUK (NUR MUHAMMAD)
HAKIKATNYA SELURUH KEJADIAN ALAM INI DI JADIKAN DARIPADA NUR MUHAMMAD"

TUJUAN ZAT YANG MAHA HIDUP MENTAJALIKAN NUR MUHAMMAD UNTUK MEMPERKENALKAN
DIRINYA SENDIRI DENGAN DIRI RAHASIANYA SENDIRI..

MAKA DIRI RAHASIANYA ITU ADALAH DI TANGGUNG DAN DI AKUI AMANAHNYA
OLEH SUATU KEJADIAN YANG BERNAMA,..
INSAN YANG BERTUBUH DIRI BATHIN(ROH)
DAN DIRI BATHIN ITULAH DIRI MANUSIA (MENGANDUNG RAHASIA ALLAH)
[11/9 20.34] AbiePrayitno: PEGANGAN 9 WALI

Apa yg terjadi sesudah bermakrifatullah?

Tidak ada kata yg mampu menjelaskan situasi dan kondisi fana tersebut

namun kita boleh mendapatkan penjelasan tersebut dari para wali saat mengalami fana tersebut.

1. SUNAN KALIJAGA: Allah itu adalah seumpama memainkan wayang

2. SYEKH MAJAGUNG: Allah itu bukan disana atau disitu, tetapi ini

3. SYEKH MAGHRIBI: Allah itu meliputi segala sesuatu

4. SYEKH BENT0NG: Allah itu bukan disana sini, ya inilah

5. SUNAN B0NANG: Allah itu tidak berwarna, tidak berupa, tidak berarah, tidak bertempat, tidak berbahasa, tidak bersuara, wajib adanya, mustahil tidak adanya

6. SUNAN KUDUS: jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu tidak bersekutu dengan sesama

7. SUNAN GIRI: Allah itu adalah jauhnya tanpa batas, dekatnya tanpa rabaan

8. SYEKH SITI JENAR: Allah itu adalah keadaanku, sesungguhnya aku inilah haq Allah pun tiada wujud dua, nanti Allah sekarang Allah, tetap zahir bathin Allah

9. SUNAN GUNUNG JATI: Allah itu adalah yg berwujud haq.

[11/9 20.34] AbiePrayitno: sesungguhnya jasadmu pengeraknya kepada yang hidup dan tiada mati.ruh itu bertubuhkan al quran yang mana pada sebelumnya tidak didengarkanya dan tidak dibacakanya dan jg tidak di lihatkanya itu merupakan asal usulnya kitab didalam suara tidak dihurufkan.engkau tidak mengehtahuinya ketika ini dan sesaat ini yg apa telah terjadinya dengan kata-kataku dan itulah qalamku yg beradanya di balik sana alam malakut firman belum dizahirkanya.

Engkau ibaratnya tanah yg mengeluarkan mata air dan dimana saja engkau mengalikanya sehinggalah keluar mata air itu dan berhenti sesaat masa tiba pada waktunya.jika engkau terputus dari mengalikanya maka engkau terputus merindukanya di atas lebaran-lebaran keagungan cinta illahi.

Jika tersebut lahirlah pedoman buat dirimu dan jika engkau tersosok yg luar dari dirimu sendiri adalah kebohongan belaka adanya samahalnya untuk para munafiq melainkan alquran itu berjalan didalam dirimu sendiri.jadikanlah darah engkau mengalir tiada cebisan mengotori pada yg lain.
[11/9 20.35] AbiePrayitno: Ronggamu merindukan air(al-kauthsar). yg terlena menutupi kegelapan sehinggalah engkau mampu bertitikan cahaya yang menjadi terang....

AL-KAUTHSAR mengalirnya menjadi RONGGA

RONGGA mengalirnya menjadi DADA

DADA mengalirnya menjadi HATI

HATI mengalirnya menjadi penutup mata HATI

penutup mata HATI mengalirnya menjadi CAHAYA

CAHAYA mengalirnya menjadi SIRR

SIRR mengalirnya menjadi AKU

"al inssan sirr wa anna sirruh"
[11/9 20.35] AbiePrayitno: (  DILAUTAN AHAD )

Orang yang sedang tenggelam di lautan, tidak akan pernah mampu berbicara, bercerita, berkata-kata, tentang tenggelam itu sendiri.

Ketika ia sudah timbul dari tenggelam, dan sadar, baru ia berbicara tentang kisah rahasia tenggelam tadi.

Ketika ia berbicara tentang tenggelam itu, kedudukannya bukan lagi sebagai amaliyah tenggelam, tetapi sekedar ilmu tentang tenggelam

Jadi bedakanlah antara amal dan ilmu, Sebab banyak kesalahfahaman orang yang menghayati tenggelam, tidak dari amalnya, tetapi dari ilmunya, maka muncullah kesalahfahaman dalam memahami tenggelam itu sendiri

Al-Hallaj berkata :

"Allah menghijab mereka dengan Nama, lantas mereka pun menjadi hidup, Seandainya Dia menampakkan Ilmu Qudrat pada mereka, mereka akan hangus, Seandainya hijab hakikat itu disingkapkan niscaya mereka mati semua"

"Tuhanku, Engkau tahu kelemahanku jauh dari rasa bersyukur kepadaMu, kerana itu bersyukurlah pada DiriMu bukan dariku, kerana itulah sesungguhnya Syukur, bukan yang lain"

“Siapa yang mengandalkan amalnya, ia akan tertutupi dari yang menerima amal. Siapa yang mengandalkan Allah yang menerima amal, maka ia akan tertutupi dari amal”

“Asma-asma Allah Taala dari segi pemahaman adalah Nama saja, tapi dari segi kebenaran adalah Hakikat”

“Bisikan Allah adalah bisikan yang sama sekali tidak berlawanan”

Suatu ketika Al-Hallaj ditanya tentang al-Murid dan dia menjawab :

“Ia adalah orang yang dilemparkan menuju kepada Allah, dan tidak akan berhenti naik sampai ketika ia sampai”

“Sama sekali tidak diperbolehkan orang yang mengenal Allah Yang Maha Tunggal atau mengingat Yang Maha Tunggal, lalu ia mengatakan, “Aku mengenal Al-Ahad” padahal ia masih melihat individu-individu lain"

“Siapa yang dimabukkan oleh cahaya-cahaya Tauhid, ia akan tertutupi dari ungkapan-ungkapan Tajrid (menyendiri bersama Allah). Bahkan, siapa yang dimabukkan oleh cahaya-cayaha Tajrid, ia akan bicara dengan hakikat Tauhid, kerana kemabukan itulah yang bicara dengan segala hal yang tersembunyi”

“Siapa yang menempuh kebenaran dengan cahaya Iman, maka ia seperti pencari matahari dengan cahaya bintang gemintang”

“Ketika Allah mewujudkan jasad tanpa sebab, demikian pula Allah mewujudkan sifat jasad itu tanpa sebab, sebagaimana hamba tidak memiliki asal usul pekerjaannya, maka, hamba itu pun tidak memiliki pekerjaannya”

“Sesungguhnya Allah Taala, Maha Pemberi Berkah dan Maha Luhur, serta Maha Terpuji, adalah Zat Yang Esa, Berdiri dengan DiriNya Sendiri, Sendiri dari yang lain dengan Sifat QidamNya, tersendiri dari yang lainNya dengan KetuhananNya, tidak dicampuri oleh apa pun dan tidak didampingi apa pun, tidak diliputi tempat, tidak pula ditemukan waktu, tidak mampu difikirkan dan tidak mampu tercetus dalam imajinasi, tidak pula mampu dilihat pandangan, tidak mampu darusi kesenjangan”

“Akulah Al-Haq, dan Al-Haq (Allah) Benar, Mengenakan ZatNya, di sana tak ada lagi perbedaan”

Ketika ditanya tentang Tauhid, ia menjawab :

“Memisahkan yang baru dengan Yang Maha Dahulu, lalu berpaling dari yang baru dan menghadap kepada Yang Maha Dahulu, dan itulah hamparan Tauhid”..
( HU HU HU )

Huu adalah Sumber Suara, Ketika Hu Keluar dari dirimu, maka kamu akan melupakan Dia.

Perhatikanlah Ketika kamu Mengejek Seseorang maka akan Timbul Suara Huuuuuuu, Ketika Kamu Mengeluh maka akan Timbul Suara Huuh.

Tapi, Ketika Hu Masuk Kedalam dirimu,
Maka kamu akan merasakan bahwa Dia akan Bersamamu.

Perhatikanlah, Saat Kamu BerPasrah diri, berusaha Menenangkan diri mendekat Kepada Dia dan Menghirup Nafas yang Dalam maka akan Timbul dengan sendirinya Suara Huu dan saat mengeluarkan Nafas akan Timbul Suara Allah

HU HU HU HU HU... Allah

AKU yang bersemayam di aku, Memancarkan Nur AKU, Ketika wajah alam bertaut dalam keheninganku, aku terpuruk dalam duka yang tak berkesudahan, AKU-kau banyak yang hilang, Hingga kejujuran hanya tinggal lembaran kecil Yang tersimpan di saku celana, Walau dia hilang, bukan lagi suatu perkara

HU HU HU HU HU... Allah

O…..Dikau yang kehilangan AKU, Memangsa bangsa senyawa

HU HU HU HU HU... Allah

Laut darah di senja merah, Tak henti menggamit Ruh-ruh angkuh, Meraungkan teriakan perang, kau berguguran satu demi satu, Semua jadi pelampiasan dendam, Menyalakan api yang membakar syurga, Berdosa, tak berdosa, Diseret kelubang menganga, Tak hentinya meminta nyawa

HU HU HU HU HU... Allah

AKU-Kita masih bersemayam, Tapi aku yang kerdil, Tersesat dalam mimpi semalam, Dimana AKU-ku? aku ingin kembali pada yang Maha AKU, Jika kau tau tunjukkan padaku, Kan kubayar dengan segumpal darah ini.....
[11/9 20.36] AbiePrayitno: Assalam mualaikum...jum menggopi.....
Mengenali Rasa diri.

RO12:
Dalam definisi tauhid rasa atau hayat adalah sifat yang diperdapat disegala sifat

Rasa atau hayat adalah sifat yang memiliki kecenderungan untuk menguasai sifat yang lainnya sebagaimana tanaman benalu yang mudah tumbuh melekat disegala pohon , akhirnya pohon tak nampak karena tertutup rimbunnya benalu bahkan pohon yang ditumpangi dapat mati kekeringan .

RO13 : ( PITULUNG )
Semua insan memperoleh Anugerah Ilahi yang sama keadaannya dari semenjak kelahirannya didunia . Pitu atau tujuh adalah jumlah Anugerah sekaligus pertolongan atau pitulung dari Dia Yang Maha Pengasih dengan pitulung atau tujuh (7) anugerah itulah insan hidup didunia ini , pitulung itu adalah roh atau sistem yang menyebabkan terjadinya ;“ diam atau bergeraknya manusia “

(7) tujuh rangkaian dasar ( roh ) itu adalah :
1. Kemauan atau kehendak.
2. Tenaga atau kekuatan
3. Perasaan
4. Pengetahuan atau Ilmu
5. Pendengaran
6. Penglihatan
7. Perkataan

Tujuh rangkaian dasar pergerakan manusia inilah yang bekerja secara otomatis dan berulang-ulang dari pagi (ketika bangun tidur) sampai petang ( tertidur kembali ) sebagaimana tersirat dalam ayat berikut :

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang di baca berulang-ulang dan al-Qur’an yang Agung “( QS.al Hijir 7)

Dalam notasi atau pembacaan yang lebih meluas 7 anugerah yang menjadi dasar rangkaian roh itu adalah :

1. Kemauan disebut Iradat ( I )
2. Tenaga disebut Qudrat ( Q )
3. Perasaan disebut Hayat ( H )
4. Pengetahuan disebut Ilmu ( Il )
5. Pendengaran disebut Sama ( S )
6. Penglihatan disebut Bashar ( B )
7. Perkataan disebut Kalam ( K )
ke tujuh rangkaian itu harus senantiasa tersusun rapi dan bersih sebagaimana layaknya bayi lahir “ fitrah”.

Sayangnya pengetahuan manusia semakin maju justru telah mengabaikan dan malah menghancurkan sistem yang sejak awal diberikan oleh Yang Maha Kuasa , kerusakan demi kerusakan telah dibuat oleh manusia dan ini adalah kufur nikmat yang paling berbahaya . 7 rangkaian ROH atau anasir roh itu jika dipandang dari kenyataan manusia adalah termasuk sesuatu yang Ghoib atau tak terlihat , maka setinggi apapun pengetahuan manusia modern hanya dapat menghitung dengan angka ( simbul ) nya saja tapi tak akan dapat mengetahui dengan pasti bagai mana wujud dan keadaan dari ke tujuh anugerah tersebut , sebagai contoh kecilnya : adalah sesorang perancang mesin ,dia telah berhasil merancang sebuah motor dengan kekuatan 100 PK , adakah dia bisa menjawab jika kita tanya pernahkah dia melihat tenaga yang ada dalam mesin rancangannya ..?
jawabannya tentu hanyalah berupa uraian dari rangkaian simbul-simbul yang ditangkap daya nalarnya sendiri. Keberadaan Kehendak , Tenaga , Perasaan , ilmu pengetahuan semua dalam keadaan abstrak tak dapat dilihat dan direka bentuknya , manusia hanya dapat merasakan adanya dan menggunakan saja , namun sayang kebanyakan orang lupa kepada anugerah nikmat ilahi maka sudah pasti jarang juga orang yang mensukuri nikmat yang telah ada dalam dirinya ini.

MEDAHULUKAN RASA :
Larangan membuat kerusakan dimuka bumi sangatlah luas sekali maknanya apalagi jika menyangkut keberadaan bumi diri manusia , siapa yang dapat mengadilinya selain dirinya sendiri. Pelanggaran yang tidak disengaja adalah ketika seseorang bertindak atau berbuat hanya mengikuti perasaan , sehingga orang banyak berbuat – beribadah berdasarkan Rasa yang seharusnya tidak didahulukan karena ada diurutan ke tiga sehingga yang terjadi dalam jiwanya adalah :

Berbuat dengan / demi rasa.
Perfikir dengan rasa.
Melihat dengan rasa .
Mendengar dengan rasa .
Berkata dengan rasa.
Semua itu adalah hasil dari :
Rasa yang menguasai perkataan.
Rasa yang menguasai pendengaran.
Rasa yang menguasai penglihatan .
Rasa yang menguasai fikiran.
Rasa yang menguasai perbuatan .

Sepertinya sudah menjadi kelaziman saat ini orang berbuat dimuka bumi dan beribadah hanya berdasarkan tuntutan rasa yang ada dalam dirinya saja , sebagai mana benalu semakin lama sang rasa telah menguasai diri dan menjadi raja didalam diri bahkan ia menjadi tuhan baru didalam diri .

Bagaimana mungkin seseorang dapat bertauhid kalau didalam diri senantiasa bermunculan benalu ketuhanan , bukankah dalam ber-tauhid seseorang itu dituntut untuk menafikan adanya tuhan . Salah yang telah menjadi kaprah , dewasa ini banyak orang beriman dan beribadah hanya didasari dengan rasa dirinya.

HIMPUNAN RASA = NAFSU
RO14 :
Rasa penasaran , rasa ingin tahu , rasa marah dan rasa senang dan rasa kecewa adalah bias dari adanya nafsu amarah dan nafsu lawwamah.

RO15 :
Mendengar dengan rasa mengakibatkan Rasa ingin tahu bergejolak di dalam diri dan hasil yang didapat dari berbuat atas dasar rasa ingin tahu adalah rasa penasaran , marah dan kecewa.

Contoh kasus :
Rasa sakit yang mendera ditambah rasa penasaran mengakibatkan orang berduyun-duyun pergi mendatangi dukun cilik “Ponari” , Mereka akan kecewa jika tak dapat berjumpa untuk mendapatkan air berkah dari sang Ponari , segala upaya dilakukan untuk dapat berjumpa dengan Ponari. Rasa puas dan senang berjumpa dengan Ponari telah berhasil mengalahkan rasa sakit yang selama ini mendera mereka . Rasa kecewa juga menghampiri orang yang merasa berilmu ketika mengetahui banyak orang mengabaikan nasihat dan ajaran serta anjuran untuk tidak mendatangi Ponari tidak dihiraukan oleh masyarakat maka dengan merasa benar difatwakan bahwa mendatangi Ponari untuk berobat adalah terlarang atau haram.

Pelajaran diperoleh dari “ Ponari “:
Dari kasus “Ponari “ kita jadi tahu betapa rasa diri telah menjadi segalanya bagi siapa saja , rasa diri telah menjadi Tuhan yang menguasai diri anak bangsa ini . Bukankah bangsa ini telah sepakat bahwa sila pertama dari Panca sila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan Tuhan rasa atau rasa bertuhan. Silakan untuk dicerna sendiri mana yang benar dan mana yang salah .

SUMPAH JABATAN :
Semua Pejabat dan Pegawai Negara apapun pangkatnya pasti telah mengawali kerja pengabdiannya dengan mengucapkan sumpah kepada “ Tuhan Yang Maha Esa “ untuk menjadi abdi negara yang baik. Benarkah sumpah itu dipegang atau dijalankan silakan periksa sendiri bagi yang telah bersumpah … alam bumi pertiwi akan menjadi saksi kebenaran janji. Bumi pertiwi yang kita diami akan meronta jika dibebani manusia yang ingkar janji …… Telah berjuta orang bersumpah dengan nama Tuhan Yang Maha Esa maka selayaknya jangan dibilang lagi fenomena atau bencana alam jika ternyata bumi bosan melihat dan memanggul beban pijakan para “ingkarwan janji”.

STUDY BANDING :
Dahulu di Nusantara ini ada satu orang pemuda dari desa Mada bersumpah untuk menyatukan Nusantara , walaupun dia diejek dan dicibir teman teman sejawatnya ,ia tetap berpegang teguh pada sumpah “ Amukti Palapa “ yang telah diucapkannya , maka hasilnya adalah “ Nusantara bersatu , makmur dibawah kerajaan Majapahit “ , Sekarang berjuta-juta orang telah mengangkat sumpah tapi yang terjadi justru merebaknya benih-benih desintegrasi bangsa bahkan anarkisme terjadi dimana saja .
Sumpah apa sebenarnya yang diucapkan dan dijalankan …. ?

Maka benarlah apa yang disinyalir Allloh dan rasulnya sebagaimana ayat berikut ini :

“Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkan nya sesat berdasarkan ilmu-Nya , dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya ? maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah ( Membiarkan sesat ) , Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.”( QS Jatsiyah 23 ).
[11/9 20.36] AbiePrayitno: Assalamu'alaikum...
Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.

Sifat mustahil-Nya adalah : Adam yang berarti tidak ada.

Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya. Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.

“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy.

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.

Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam“ … (QS. Al-A’raf :54)

Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang bisa menggunakan akal sehatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya.

Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal ? Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu ? Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Dialah yang mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita.

Selain melihat alam semesta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Tentu kita bisa berfikir bahwa semua yang ada pasti ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT).

Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman :

“Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Da Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam da siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?” … (QS.Al Muminun :78-80)
[11/9 21.20] AbiePrayitno: MAKNA BENDERA & PANJI RASULULLAH SAW
Oleh : KH.Muhammad Shiddiq Al-Jawi

Bendera Rasulullah saw., baik al-Liwa‘ (bendera putih) maupun ar-Rayah (bendera hitam) bukanlah sembarang bendera yang berhenti sebagai simbol. Keduanya mengekspresikan makna-makna mendalam yang lahir dari ajaran Islam. Di antara makna-makna di balik bendera Rasulullah saw. tersebut adalah:

PERTAMA,

yaitu sebagai lambang ‘Aqidah Islam. Pada al-Liwa‘ dan ar-Rayah tertulis kalimat syahadat: Lâ ilâha illalLâh Muhammad rasûlulLâh. Kalimat inilah yang membedakan Islam dan kekufuran; kalimat yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. Dalam hadis-hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Thabrani dari Buraidah ra.  diterangkan, “Rayah Nabi saw. berwarna hitam dan Liwa‘-nya berwarna putih.”

Ibnu Abbas ra. menambahkan, “Tertulis pada Liwa` Nabi saw. kalimat: Lâ ilâha illalLâh Muhammad rasûlulLâh (Abdul Hayyi Al-Kattani, ibid., I/266).

Maka dari itu, sebagai simbol syahadat, bendera tersebut akan dikibarkan oleh Rasulullah saw. kelak pada Hari Kiamat. Bendera ini disebut oleh Rasulullah saw. sebagai Liwa‘ al-Hamdi (Bendera Pujian kepada Allah). Rasulullah saw. bersabda, “Aku adalah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat dan aku tidak sombong. Di tanganku ada Liwa‘ al-Hamdi dan aku tidak sombong.” (HR at-Tirmidzi).

KEDUA,

yaitu sebagai pemersatu umat Islam. Lâ ilâha illalLâh Muhammad rasûlulLâh adalah kalimat yang mempersatukan umat Islam sebagai satu kesatuan tanpa melihat lagi keanekaragaman bahasa, warna kulit, kebangsaan ataupun mazhab dan paham yang ada di tengah umat Islam.

Imam Abdul Hayyi Al-Kattani menjelaskan rahasia tertentu yang ada di balik suatu bendera, yaitu jika suatu kaum berhimpun di bawah satu bendera, artinya bendera itu menjadi tanda persamaan pendapat kaum tersebut (ijtimâ’i kalimatihim) dan juga tanda persatuan hati mereka (ittihâdi qulûbihim). Dengan demikian kaum itu akan menjadi  bagaikan satu tubuh  (ka al-jasad al-wâhid) dan  akan terikat satu sama lain dalam satu ikatan yang bahkan jauh lebih kuat daripada ikatan antar saudara yang masih satu kerabat (dzawil arhâm) (Abdul Hayyi al-Kattani, ibid., I/266).

KETIGA,

yaitu sebagai simbol kepemimpinan. Faktanya, al-Liwa‘ dan ar-Rayah itu selalu dibawa oleh komandan perang pada zaman Rasulullah saw. dan Khulafaur Rasyidin. Misalnya pada saat Perang Khaibar, Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh aku akan memberikan ar-Rayah ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan kepada dirinya.”

Umar bin al-Khaththab berkata, “Tidaklah aku menyukai kepemimpinan kecuali hari itu.” (HR Muslim).

KEEMPAT,

yaitu sebagai pembangkit keberanian dan pengorbanan dalam perang. Makna ini khususnya akan dirasakan dalam jiwa pasukan dalam kondisi perang. Pasalnya, dalam perang, pasukan akan terbangkitkan keberaniannya dan pengorbanannya selama mereka melihat benderanya masih berkibar-kibar. Pasukan akan berusaha mati-matian agar bendera tetap berkibar dan menjaga jangan sampai bendera itu jatuh ke tanah sebagai simbol kekalahan (Abdul Hayyi al-Kattani, ibid., I/267).

Bendera sebagai pembangkit semangat dan keberanian itu tampak jelas dalam Perang Mu’tah. Saat itu komandan perang yang memegang bendera berusaha untuk tetap memegang dan mengibarkan bendera walaupun nyawa taruhannya. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa yang memegang ar-Rayah dalam Perang Mu’tah awalnya adalah Zaid bin Haritsah, tetapi ia kemudian gugur. Ar-Rayah lalu dipegang oleh Ja’far, tetapi ia pun gugur. Ar-Rayah lalu berpindah tangan dan dipegang oleh Abdullah bin Rawwahah, tetapi ia akhirnya gugur juga di jalan Allah SWT (HR al-Bukhari, Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, IV/281).

KELIMA,

yaitu sebagai sarana untuk menggentarkan musuh dalam perang. Bagi diri sendiri bendera berfungsi untuk membangkitkan semangat dan keberanian. Sebaliknya, bagi musuh bendera itu menjadi sarana untuk memasukkan rasa gentar dan putus asa kepada mereka. Imam Ibnu Khaldun dalam kaitan ini menyatakan, “Banyaknya bendera-bendera itu, dengan berbagai warna dan ukurannya, maksudnya satu, yaitu untuk menggentarkan musuh…” (Ibnu Khaldun, Muqaddimah, II/805-806).
[12/9 13.15] AbiePrayitno: Titip
SONGGOBUMI
ARTI CARAKAN SUNGSANG

Kiriman wiradana

Asalamualaikum,Caraka Walik,
mantra Jawa Kuno untuk
menangkal roh jahat.
menjadi ilmu penolak yang
sangat ampuh. bisa menolak
segala malapetaka. termasuk
menolak tuju, teluh, teranjana,
leak, desti, pepasangan,
sesawangan, rerajahan, dan lain
sebagainya.
bacaan itu juga ada di bait
terakhir mantra untuk
memanggil jailangkung,
fungsinya untuk menolak
bencana/malapetaka yang tidak
diinginkan
penjelasannya adalah sebagai berikut:

nga ta ba ga ma = tidak ada
kematian
nya ya ja da pa = tidak ada
kesaktian
la wa sa ta da = tidak ada
peperangan
ka ra ca na ha = tidak ada
utusan.

Arti caraka walik:

Nga – Ngracut busananing
manungso – melepaskan
egoisme pribadi, manusia.
Tha – Tukul saka niat – sesuatu
harus dimulai, tumbuh dari
niatan.
Ba – Bayu sejati kang andalani –
menyelaraskan diri pada gerak
alam.
Ga – Guru sejati sing muruki –
belajar pada guru nurani
Ma – Madep mantep
manembah mring Ilahi – yakin,
mantap dalam menyembah Ilahi
Nya – Nyata tanpa mata, ngerti
tanpa diuruki – memahami
kodrat kehidupan
Ya – Yakin marang samubarang
tumindak kang dumadi – yakin
atas titah / kodrat Illahi
Ja – Jumbuhing kawula lan Gusti
– selalu berusaha menyatu,
memahami kehendak Nya
Dha – Dhuwur wekasane endek tumindak kang dumadi – yakin
atas titah / kodrat Illahi
Ja – Jumbuhing kawula lan Gusti
– selalu berusaha menyatu,
memahami kehendak Nya
Dha – Dhuwur wekasane endek
wiwitane – Untuk bisa diatas
tentu dimulai dari dasar
Pa – Papan kang tanpa kiblat –
Hakekat Allah yang ada disegala
arah
La – Lir handaya paseban jati –
mengalirkan hidup semata pada
tuntunan Illahi
Wa – Wujud hana tan kena
kinira – ilmu manusia hanya
terbatas namun implikasinya
bisa tanpa batas
Sa – Sifat ingsun handulu
sifatullah- membentuk kasih
sayang seperti kasih Tuhan
Ta – Tatas, tutus, titis, titi lan
wibawa – mendasar, totalitas,
satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
Da – Dumadining dzat kang
tanpa winangenan – menerima
hidup apa adanya
Ka – Karsaningsun
memayuhayuning bawana –
hasrat diarahkan untuk
kesajetraan alam
Ra – Rasaingsun handulusih –
rasa cinta sejati muncul dari
cinta kasih nurani
Ca – Cipta wening, cipta
mandulu, cipta dadi-satu arah
dan tujuan pada Yang Maha
Tunggal
Na – Nur candra,gaib
candra,warsitaning candara-
pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
Ha – Hana hurip wening suci –
adanya hidup adalah kehendak
dari yang Maha Suci
Caraka walik,atau caraka
sungsang memang biasa
digunakan untuk menangkal
atau membalikkan suatu
malapetaka, santet, teluh, dsb
arti secara harfiah,saya ambil
dari Kawruh Pepak Boso Jowo
disitu di tulis makna harfiah
aksara jawa
Hanacaraka = ada ucapan, ada
kata-kata
Datasawala = saling perselisihan
Padajayanya =adanya adu
kekuatan yg sama jaya nya (sama kuatnya)
Magabathanga= terjadilah
bangkai/mati (Jawa=bathang)
nah jika di balik maka yg terjadi
adalah kebalikannya
Tidak ada ucapan
tidak adanya peerselisihan
tidak ada adu kekuatan
tidak adanya tumpah darah yg akibatkan kematian.silahkan dilengkapi tata lakunya bagi yg menguasai ilmu carakan sungsang(walik).